Pemprov Kolaborasi dengan Perusahaan Swasta Kampanyekan Transportasi Umum di Jakarta



JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Astra International untuk mengajak masyarakat menggunakan transportasi umum. Inisiatif ini dilakukan guna mendorong perubahan kebiasaan masyarakat yang selama ini lebih memilih kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kampanye “Ayo Naik Transum di Jakarta” merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan di ibu kota. Menurutnya, perusahaan besar seperti Astra memiliki pengaruh yang signifikan di Indonesia, sehingga inisiatif mereka bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.

“Mudah-mudahan ini akan membuat orang yang selama ini di setiap pagi kurang lebih 4 juta orang menggunakan kendaraan pribadi, mereka bersedia untuk naik transportasi umum,” ujar Pramono saat berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Menurut Gubernur, kampanye yang dimulai oleh Astra bisa menjadi awal dari perubahan kebiasaan masyarakat. Dengan adanya partisipasi perusahaan swasta, diharapkan semakin banyak warga Jakarta beralih ke transportasi umum. Selain itu, infrastruktur transportasi umum di Jakarta sudah cukup baik, sehingga masyarakat dapat dengan mudah melakukan perjalanan ke mana pun.

Pramono menjelaskan bahwa konektivitas transportasi umum di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Namun, jumlah pengguna transportasi umum masih di bawah 30 persen. Untuk meningkatkan angka tersebut, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen untuk terus memperkuat layanan transportasi publik melalui beberapa sistem seperti MRT, LRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan Transjabodetabek. Tujuannya adalah meningkatkan tingkat pengguna transportasi umum hingga mencapai 30 persen pada tahun 2027.

“Saya memang menargetkan kalau bisa tahun depan sudah di atas 30 persen, sehingga dengan demikian pasti secara signifikan akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta, karena orang bersedia beralih habit-nya, kebiasaannya, budayanya, dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi transportasi umum,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kampanye untuk menggunakan transportasi umum tidak hanya membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. Namun, dampaknya juga positif terhadap lingkungan, khususnya dalam hal penurunan polusi udara. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta.

“Intinya adalah membuat orang dengan budaya yang selama ini mereka menggunakan kendaraan pribadi menjadi mau shifting atau merubah menjadi menggunakan kendaraan transportasi umum, dan itulah yang membuat kemudian kehidupan masyarakat kita lebih sehat, tidak macet, polusinya berkurang, dan orang bisa lebih nyaman naik transportasi umum,” ujar Pramono.

Pos terkait