Daftar Perbaikan Jalan di Jawa Tengah yang Dipercepat Pemerintah Tahun 2026

Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan di Jawa Tengah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2026 akan mempercepat program perbaikan infrastruktur jalan secara besar-besaran di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kenyamanan berkendara, keselamatan pengguna jalan, serta memperlancar mobilitas masyarakat antardaerah.

Beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan berat dan menjadi prioritas perbaikan mencakup Wiradesa-Kajen, Wanayasa-Kalibening, Jepara-Keling, Kudus-Colo, Demak-Godong, Singget-Doplang-Cepu, hingga Batas Kota Salatiga-Kedungjati. Selain itu, terdapat pula ruas strategis penghubung antarkawasan seperti Pati-Tayu, Jepara-Kudus, Karanganyar-Tawangmangu-Kalisoro, Ngadirojo-Giriwoyo, serta Sapuran-Kepil yang turut masuk daftar rehabilitasi.

Perbaikan infrastruktur juga mencakup jembatan penting, termasuk penggantian Jembatan Dengkeng di Klaten serta rehabilitasi beberapa jembatan lain seperti Lusi Putat, Jurang Gowang, Kalidawe, dan Krompeng.

Selain proyek peningkatan, pemerintah juga menjalankan program pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas wilayah Jawa Tengah. Pemeliharaan juga dilakukan terhadap jembatan provinsi dengan total panjang mencapai 26.445,77 meter untuk menjaga keamanan dan kelayakan infrastruktur.

Salah satu fokus utama adalah ruas Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora yang kini telah memasuki tahap pelelangan proyek dengan anggaran khusus. Proyek tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp5,276 miliar untuk penanganan kerusakan berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan bahwa desain teknis tengah dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditingkatkan. “Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” jelas Henggar beberapa waktu lalu.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 ruas Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer telah berhasil diperbaiki dengan dukungan anggaran mencapai Rp19,92 miliar. Selain menggunakan APBD Provinsi Jawa Tengah, pemerintah juga mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat terkait kondisi jalan harus segera ditindaklanjuti oleh jajaran terkait. “Jangan asal-asalan. Harus dikerjakan secara profesional,” pesannya. Menurutnya, berbagai laporan masyarakat yang muncul melalui media sosial menjadi masukan penting untuk mempercepat respons pemerintah terhadap kerusakan infrastruktur.

Ahmad Luthfi juga meminta jajaran teknis untuk memprioritaskan ruas jalan dengan tingkat kerusakan paling parah agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengawal berbagai usulan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian dan DPR RI guna memperluas cakupan perbaikan infrastruktur.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah memberikan apresiasi terhadap kritik serta masukan masyarakat yang dinilai penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Proyek Infrastruktur Strategis

Beberapa proyek infrastruktur strategis yang sedang dikerjakan antara lain:

  • Jalan Raya Randublatung-Cepu: Proyek ini telah memasuki tahap pelelangan dengan anggaran khusus sebesar Rp5,276 miliar. Proyek ini bertujuan untuk menangani kerusakan berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora.
  • Jembatan Dengkeng: Jembatan ini akan diganti karena mengalami kerusakan serius. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur penting di Jawa Tengah.
  • Jembatan Lusi Putat, Jurang Gowang, Kalidawe, dan Krompeng: Semua jembatan ini akan direhabilitasi untuk meningkatkan keamanan dan kelayakan infrastruktur.

Keterlibatan Masyarakat

Masyarakat memiliki peran penting dalam proses perbaikan infrastruktur. Berbagai laporan yang muncul melalui media sosial menjadi masukan penting bagi pemerintah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa semua keluhan masyarakat harus segera ditindaklanjuti dengan profesionalisme.

Selain itu, pemerintah juga mengapresiasi kritik dan masukan dari masyarakat. Pendapat dan saran mereka dianggap sebagai faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Keberlanjutan dan Pemeliharaan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjalankan program pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas wilayah Jawa Tengah. Pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga kelayakan dan keamanan infrastruktur jalan.

Selain itu, pemeliharaan juga dilakukan terhadap jembatan provinsi dengan total panjang mencapai 26.445,77 meter. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh infrastruktur tetap dalam kondisi baik dan aman.

Keterlibatan Pemerintah Pusat

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengawal berbagai usulan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian dan DPR RI. Tujuannya adalah untuk memperluas cakupan perbaikan infrastruktur dan memastikan bahwa semua ruas jalan yang rusak mendapatkan perhatian yang layak.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat, diharapkan dapat tercapai peningkatan kualitas infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan.


Pos terkait