Pulang Haji Lebih Cepat, Dadan Hindayana Dipecat dari Kepala BGN

Presiden Prabowo Subianto Mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026). Tidak hanya Dadan, dua wakil BGN yaitu Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya juga ikut diganti.

Pengumuman tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama karena Dadan masih menjalankan tugasnya bersama Presiden dalam beberapa kegiatan sebelumnya. Salah satunya adalah peninjauan SPPG (Sekolah Pengembangan Pangan Gizi) yang dilakukan oleh Presiden pada pagi hari tanggal 2 Juni 2026.

Pulang Ibadah Haji Lebih Cepat Demi Agenda Besar Presiden

Dadan Hindayana baru saja kembali dari ibadah haji bersama istri setelah menjalani prosesi puncak ibadah haji. Ia dan istrinya mengikuti jalur reguler dengan kloter 27 embarkasi JKS dari Bekasi. Mereka berangkat pada 20 Mei 2026 setelah menunggu antrean kuota haji selama 12 tahun.

Seharusnya, Dadan akan kembali ke Indonesia pada 30 Juni 2026 sesuai jadwal keberangkatan. Namun, ia dipanggil pulang lebih awal pada 4 Juni 2026 karena ada agenda besar dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebutkan bahwa ia diminta pulang lebih cepat untuk menghadapi kegiatan yang penting pada tanggal 2 dan 3 Juni 2026.

Penyebab Pemecatan Dadan Hindayana

Beberapa sumber menyebutkan bahwa pencopotan Dadan sebenarnya telah diputuskan beberapa hari sebelumnya. Ada dugaan bahwa lembaga BGN mendapat sorotan dari Presiden karena dugaan pemborosan anggaran. Seorang pejabat pemerintahan mengatakan bahwa salah satu lembaga harus segera diganti karena kinerja dan pemborosan anggaran.

Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Jokowi pada 19 Agustus 2024. Dalam jabatannya, ia memimpin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Program ini menargetkan 82,9 juta penerima yang terdiri dari peserta didik santri, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Hingga Mei 2026, program MBG telah menjangkau 61,9 juta penerima. Anggaran tahun ini mencapai Rp268 triliun. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan pengawasan agar program tersebut berjalan dengan baik.

Usulan MBG untuk Anak PMI di Arab Saudi

Sebelum dicopot dari jabatannya, Dadan sempat mengusulkan penerapan program MBG untuk anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang bersekolah di Arab Saudi. Ia meninjau Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan mengusulkan pembagian makan bergizi gratis kepada siswa-siswa di sekolah tersebut.

Menurut Dadan, SIJ saat ini menampung sekitar 1.081 siswa yang merupakan anak-anak PMI. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan usulan tersebut. Ia juga menyampaikan rencana untuk membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Arab Saudi jika program ini direalisasikan.

Respons Dadan Usai Dicopot dari BGN

Setelah dipecat dari jabatannya, Dadan Hindayana memberikan respons. Ia mengatakan bahwa pergantian anggota kabinet merupakan hak Presiden Prabowo. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama 1,5 tahun menjabat Kepala BGN.

Dadan yakin bahwa Presiden Prabowo akan membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Ia juga mengucapkan selamat bekerja kepada Nanik S Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono yang kini menjabat sebagai pimpinan BGN yang baru. Ia berharap mereka dapat membawa program MBG semakin berkualitas dan bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat.

Pos terkait