Angin Kencang Kembali Melanda Aceh Utara dan Lhokseumawe
Angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe pada Jumat (5/6/2026). Bencana alam ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, terutama rumah tinggal. Dalam laporan yang diterima, sebanyak 17 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian 15 unit di Kabupaten Aceh Utara dan 2 unit di Lhokseumawe.
Sehari sebelumnya, hunian sementara (huntara) korban banjir juga mengalami kerusakan akibat angin kencang. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih dalam situasi rentan menghadapi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Kerusakan Rumah di Wilayah Aceh Utara
Menurut informasi yang diperoleh, Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto menyebutkan bahwa 13 rumah rusak di Kecamatan Cot Girek. Kerusakan tersebut terjadi di beberapa desa seperti Desa Kilometer XII, Ulee Gampong, U Baro, Alue Leuhob, dan Kampung Tempel. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi mayoritas atap rumah hancur akibat angin kencang.
Adapun dua unit rumah lainnya yang rusak berada di Desa Cot U Sibak dan Desa Mata Ie Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Kedua bangunan tersebut milik Ramlah (44) dan Jumadi Nurdin (54). Saat ini, warga yang terdampak mengungsi ke rumah keluarga masing-masing karena kondisi rumah tidak dapat ditempati.
Kapolres juga meminta warga untuk tetap waspada mengingat prakiraan BMKG menyebutkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Utara dalam pekan ini.
Permintaan Bantuan dari Warga
Salah satu warga yang terdampak, Jumadi Nurdin, mengungkapkan harapan kepada pemerintah kabupaten untuk memberikan bantuan perbaikan rumah. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera melakukan rehab agar rumahnya bisa kembali ditempati.
“Kami harap bupati memberikan bantuan rehab rumah,” ujarnya.
Kerusakan di Lhokseumawe
Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menyebutkan bahwa dua bangunan rusak akibat angin kencang di Desa Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Dua bangunan tersebut terdiri dari satu rumah dan satu toko. Warga yang terdampak saat ini juga mengungsi ke rumah keluarga masing-masing.
Upaya Penanganan dan Peringatan
Dalam upaya penanganan bencana, pihak berwenang terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk memastikan bantuan secepatnya diberikan kepada para korban.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri serta keluarga. Mereka juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan cuaca dan potensi bencana.
Kesimpulan
Angin kencang yang melanda Aceh Utara dan Lhokseumawe menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan yang terjadi menunjukkan bahwa dampak bencana alam masih sangat signifikan. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir risiko dan mempercepat proses pemulihan.






