Pengakuan Mahasiswa PNJ yang Ciuman Sesama Jenis di Kampus
Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengungkapkan pengalaman mengejutkan yang dialaminya saat terlibat dalam aksi ciuman sesama jenis di kampus. Kejadian ini berawal dari sebuah video yang viral di media sosial, di mana mahasiswa berinisial ARM kepergok melakukan tindakan mesum dengan pemuda bernama AW.
ARM dan AW baru saja mengenal satu sama lain selama sekitar 1,5 bulan melalui media sosial Twitter. Mereka kemudian memutuskan untuk bertemu secara langsung di kampus PNJ. Awalnya, mereka rencananya akan bertemu di sekitar Universitas Indonesia (UI), namun akhirnya bertemu di kampus PNJ setelah AW memberikan foto bahwa dirinya sudah tiba di sana.
Detik-Detik Ciuman di Perpustakakaan
Saat bertemu, AW meminta ARM untuk mengantarnya berkeliling kampus. Menurut cerita ARM, AW ingin menjelajahi kampus karena tidak sedang kuliah. Saat mereka tiba di perpustakaan, hasrat ARM tiba-tiba memuncak. Ia langsung mencium AW di sudut perpustakaan tanpa sepengetahuan orang lain.
Aksi tersebut ternyata dilihat oleh beberapa mahasiswa lain. Setelah kepergok, ARM merasa panik dan langsung menghentikan aksinya. Ia mengakui bahwa ia tidak memikirkan konsekuensi dari tindakannya dan tidak menyadari bahwa ruangan itu memiliki aturan ketat terkait perilaku seperti itu.
Interogasi dan Reaksi Ayah ARM
Setelah kejadian tersebut, ARM dan AW diinterogasi oleh mahasiswa lain. ARM, yang merupakan mahasiswa semester dua, dibawa ke ruang keamanan. Di sana, ayah ARM juga hadir. Meski belum diketahui isi pembicaraan antara ARM, AW, dan ayahnya, ayah ARM tampak sangat marah.
Ia langsung menampar ARM dan AW secara bergantian. ARM terlihat kesakitan dan menutupi wajahnya. Setelah itu, ayah ARM meminta maaf kepada para mahasiswa dan dosen yang hadir. Ia menyampaikan permintaan maafnya dengan sujud dan mengakui rasa malu yang sangat besar.
Permintaan Maaf dan Penyesalan Ayah
Ayah ARM mengungkapkan kekecewaannya terhadap anaknya yang telah mencoreng nama baik kampus. Ia menegaskan bahwa jika pihak kampus memutuskan untuk mengeluarkan ARM, ia tidak akan menolak. Ia bahkan menyampaikan bahwa jika kampus memutuskan untuk melakukan dropout (DO), ia siap menerima dan mendidik ARM kembali.
“Saya datang ke kampus ini mengantar dia dengan kebanggaan. Dan hari ini saya benar-benar sangat malu. Kampus yang begitu membanggakan menjadi tidak bermakna lagi karena kelakuan anak saya ini,” ujar ayah ARM.
Masih Tunggu Sanksi dari Kampus
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai sanksi yang akan diberikan kepada ARM. Pihak kampus menyebutkan bahwa kemungkinan besar ARM akan diberikan sanksi berat berupa dropout. Namun, keputusan akhir masih dalam pertimbangan.






