Kolaborasi Pengusaha Banjarmasin Perkuat Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global akibat gejolak di Timur Tengah, para pelaku usaha di Banjarmasin menunjukkan langkah proaktif dengan memperkuat sinergi antar-organisasi. Tiga pilar utama dunia usaha di kota ini, yaitu Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), sepakat untuk bergandengan tangan demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Muhammad Akbar Utomo, Ketua Kadin Banjarmasin, mengakui bahwa dampak langsung dari konflik di Timur Tengah belum terasa secara signifikan terhadap perekonomian lokal saat ini. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan persiapan menghadapi potensi perubahan dalam satu hingga dua minggu ke depan. “Imbas perang di Timur Tengah, khususnya yang terjadi di Iran, bagi kita adalah potensi melemahnya ekonomi tanah air di berbagai sektor,” ujarnya saat acara buka puasa bersama di Hotel Banjarmasin Internasional pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Acara tersebut turut dihadiri oleh Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR.
Menyadari potensi ancaman tersebut, Akbar Utomo secara tegas menyerukan pentingnya kolaborasi antar-organisasi pengusaha di Banjarmasin. Tujuannya adalah untuk bersama-sama memperkuat fondasi ekonomi kota, serta memberikan dukungan kepada pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh sektor pengusaha. “Kita juga membantu pemerintah melalui mengatasi permasalahan di sektor pengusaha, sehingga semua solid,” tegasnya.
Sinergi Lintas Organisasi: Langkah Awal yang Strategis
Ridwan AQJ, Ketua Umum Hipmi Kota Banjarmasin, menjelaskan bahwa kolaborasi yang digagas kali ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah penyatuan kekuatan yang komprehensif. Ia menyoroti bahwa kegiatan buka puasa bersama yang menghadirkan ketiga organisasi pengusaha tersebut merupakan wujud nyata dari sinergi yang lebih luas. Sebelumnya, kegiatan semacam ini biasanya diselenggarakan secara terpisah oleh masing-masing organisasi.
Hipmi, sebagai wadah bagi pengusaha muda, Kadin yang mewakili kamar dagang dan industri, serta PPJI yang berfokus pada penyelenggara jasa boga, kini bersatu dalam satu platform. “Ini merupakan silaturahmi organisasi. Kolaborasi yang menyatukan pengusaha muda di Banjarmasin,” tukasnya, menekankan nilai kebersamaan yang ingin dibangun.
Membangun “Banua” Melalui Kolaborasi Sektor
Erni Rianti, Ketua PPJI Kota Banjarmasin, mengungkapkan rasa senangnya atas kesempatan untuk bekerja sama dengan organisasi pengusaha lainnya. Ia menekankan bahwa kolaborasi semacam ini sangat krusial dan perlu terus ditingkatkan, tidak hanya di antara ketiga organisasi tersebut, tetapi juga melibatkan sektor usaha lainnya.
“Memang kita harus meningkatkan kolaborasi, bahkan semua sektor usaha dari organisasi lain supaya kita bisa sama-sama bekerja membangun banua,” tandasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi visi bersama untuk bersama-sama memajukan pembangunan di Kalimantan Selatan, yang seringkali disebut dengan istilah “banua” oleh masyarakat lokal. Dengan menyatukan potensi dan sumber daya dari berbagai lini bisnis, diharapkan Banjarmasin dapat menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih tangguh dan meraih peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.
Langkah kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga menjadi fondasi bagi inisiatif-inisiatif strategis di masa mendatang. Mulai dari berbagi informasi pasar, pengembangan sumber daya manusia, hingga advokasi kebijakan yang lebih kuat kepada pemerintah. Dengan demikian, para pengusaha Banjarmasin dapat menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi ketidakpastian global dengan semangat kebersamaan dan strategi yang matang.
Dukungan dari pemerintah daerah, seperti yang ditunjukkan oleh kehadiran Walikota Banjarmasin, juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan kolaborasi ini. Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah akan menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif, di mana setiap elemen dapat berkontribusi secara optimal demi kemajuan bersama.
Para pelaku usaha menyadari bahwa tantangan ekonomi tidak mengenal batas geografis. Oleh karena itu, membangun kekuatan internal melalui kolaborasi menjadi strategi yang paling efektif untuk bertahan dan berkembang. Dengan semangat persatuan dan visi yang sama, pengusaha Banjarmasin optimistis dapat melewati berbagai gejolak ekonomi dan terus berkontribusi pada pembangunan daerah.





