Pelajaran Berharga Persibangga Purbalingga dalam Uji Coba Kontra Kendal Tornado FC
Persibangga Purbalingga, kampiun Liga 4 Jawa Tengah, baru-baru ini menelan kekalahan telak 5-0 dalam sebuah laga uji coba melawan tim kontestan Pegadaian Championship 2025/2026, Kendal Tornado FC. Pertandingan yang digelar di Sport Charlie Training Center pada Sabtu (14/3/2026) tersebut memberikan gambaran jelas mengenai perbedaan level kompetisi antara kedua tim. Lima gol yang bersarang di gawang Persibangga dicetak oleh Ibnu Hajar, Saiful Arifin, Alfath Diaz, dan dua gol dari Andy Harjito.
Meskipun hasil akhir mengecewakan, tim pelatih Persibangga melihat kekalahan ini sebagai pelajaran berharga yang sangat dibutuhkan dalam persiapan mereka menghadapi putaran nasional Liga 4. Pelatih Persibangga, Agus Riyanto, menyatakan bahwa hasil pertandingan ini memberikan banyak catatan penting untuk evaluasi di semua lini tim.
“Tentunya, hasil dari laga ini, kami punya banyak catatan sebagai bahan evaluasi di semua lini,” ujar Agus Riyanto saat dihubungi pada Minggu (15/3/2026) pagi.
Salah satu catatan utama yang diidentifikasi adalah kondisi fisik para pemain Persibangga yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Agus menjelaskan bahwa kebugaran fisik anak asuhnya belum berada pada kondisi optimal karena para pemain baru saja berkumpul kembali selama sepekan terakhir. Tim berjuluk Laskar Jendral Soedirman ini sebelumnya menikmati masa libur yang cukup panjang setelah menyelesaikan laga final Liga 4 Jateng di Stadion Jatidiri pada bulan Februari lalu.
“Memang, tim saat ini masih dalam proses pengembalian kebugaran fisik setelah libur panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa Persibangga baru bisa berlatih secara ideal setelah Idulfitri, seiring dengan kembalinya seluruh pemain. “Bismillah, setelah Lebaran ini pemain baru datang dan pemain lama Persibangga sudah mulai latihan,” ungkapnya, menunjukkan optimisme terhadap kembalinya kekuatan tim.
Evaluasi dan Perbaikan untuk Menatap Liga 4 Nasional
Mengenai jalannya pertandingan uji coba, para pemain Persibangga juga diakui belum menunjukkan performa yang solid. Agus Riyanto menegaskan komitmen timnya untuk memperbaiki kekurangan yang ada. “Kami akan perbaiki kekurangan kita ke depan,” tegasnya.
Pada kompetisi Liga 4 nasional yang direncanakan akan bergulir pada bulan April mendatang, Persibangga memiliki target yang ambisius. Mereka membidik untuk bisa lolos dan meraih promosi ke Liga Nusantara pada musim depan.
“Insyaallah, target dari Pengurus dan masyarakat Purbalingga bisa terwujud untuk promosi Liga 3,” tandasnya, menunjukkan tekad kuat untuk membawa tim ke kasta yang lebih tinggi.
Kendal Tornado FC: Menjaga Atmosfer Kompetisi Selama Jeda
Di sisi lain, bagi Kendal Tornado FC, laga uji coba melawan Persibangga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menjaga atmosfer kompetisi para pemain mereka di tengah jeda kompetisi. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan berharga untuk memberikan menit bermain kepada sejumlah pemain yang jarang mendapat kesempatan tampil di lapangan.
Beberapa nama yang mendapat kepercayaan untuk bermain di paruh kedua pertandingan antara lain Rangga Lesmana, Joiner Kareth, Yulfikar Mansyur, dan Ifan Izdihar. Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keltjes, menyatakan bahwa uji coba ini bertujuan untuk menjaga “feeling” bertanding para pemain selama masa jeda kompetisi yang berlangsung selama 28 hari.
“Uji coba tadi memang kita menjaga feeling tanding anak-anak di jeda 28 hari. Jadi mereka biar tetap merasakan atmosfer pertandingan,” ujar Stefan Keltjes.
Meskipun intensitas pertandingan tidak terlalu tinggi, Stefan Keltjes menilai hasil uji coba ini cukup memuaskan. “Hasilnya lumayan meski intensitas tidak terlalu tinggi,” katanya.
Program latihan Kendal Tornado FC akan dilanjutkan hingga tanggal 16 Maret sebelum mereka memasuki masa libur Idulfitri yang berlangsung hingga akhir Maret. Setelah libur, tim akan kembali berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan selanjutnya, termasuk menjamu PSS Sleman. Dengan demikian, Kendal Tornado FC memanfaatkan setiap kesempatan untuk menjaga kesiapan tim, baik dalam segi teknis maupun mental, menjelang kompetisi yang akan datang.





