Pertamina Kelola Aset Migas di Berbagai Wilayah



JAKARTA –

Pertamina telah mengonfirmasi kepemilikan dan pengelolaan aset hulu minyak dan gas bumi di berbagai kawasan luar negeri. Aset tersebut tersebar di wilayah Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara. Salah satu lokasi yang menjadi fokus utama adalah Aljazair, yang menjadi salah satu titik penting dalam operasi internasional perusahaan.

Manager Relations PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Dhaneswari Retnowardhani menjelaskan bahwa pengelolaan aset luar negeri dilakukan melalui Subholding Upstream sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan portofolio internasional. Ia menuturkan:

“Pertamina melalui Subholding Upstream mengelola sejumlah aset hulu migas di berbagai kawasan internasional, antara lain di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara.”

Operasi di Aljazair

Di Afrika, fokus utama Pertamina berada di Aljazair. Operasi dijalankan melalui Pertamina Algeria EP (PAEP), yang berada di bawah koordinasi PIEP. Di negara tersebut, Pertamina terlibat dalam pengelolaan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A.

Blok migas ini telah berproduksi lebih dari dua dekade. Pengelolaannya dilakukan bersama perusahaan migas nasional Aljazair, Sonatrach, dan menjadi salah satu aset internasional terlama yang dimiliki Pertamina.

“Di Aljazair, Pertamina berpartisipasi dalam PSC Blok 405A, yang telah beroperasi lebih dari dua dekade bersama mitra nasional Aljazair, Sonatrach,” kata Dhaneswari.

Perpanjangan Kontrak PSC

Keberlanjutan Blok 405A kini mendapatkan kepastian jangka panjang. Pemerintah Aljazair menyetujui perpanjangan kontrak PSC selama 25 tahun ke depan. Keputusan tersebut memperpanjang masa operasi Pertamina di negara Afrika Utara itu sekaligus menjaga kesinambungan produksi minyak.

“Perpanjangan kontrak PSC Blok 405A selama 25 tahun ke depan menjadi bukti kepercayaan pemerintah Aljazair terhadap kapabilitas Pertamina,” ujar Dhaneswari.

Ia menambahkan, perpanjangan kontrak memastikan produksi minyak dari Blok 405A tetap berlanjut dan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pasokan energi Indonesia.

Produksi Pertama Setelah Perpanjangan

Sebagai informasi, Blok 405A baru-baru ini mencatat pengapalan perdana minyak mentah ke Indonesia pada Desember 2025. Pengapalan tersebut menjadi produksi pertama setelah perpanjangan kontrak PSC dan menandai fase lanjutan operasi Pertamina di Aljazair.

Hubungan kerja sama antara Pertamina dan Sonatrach sendiri telah terjalin panjang dan berkembang sejak awal 2000-an. Kerja sama itu kini berada dalam kerangka kontrak jangka panjang yang memberikan kepastian hukum dan operasional bagi kedua belah pihak.

Peran Aljazair dalam Portofolio Aset Pertamina

Dengan portofolio aset yang tersebar di berbagai kawasan, Pertamina menempatkan Aljazair sebagai salah satu simpul penting operasi hulu migas di luar negeri. Aset ini berperan dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat pasokan energi ke dalam negeri.

Selain Aljazair, Pertamina juga memiliki kepentingan di beberapa daerah lainnya, seperti di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Dengan pengelolaan yang terstruktur dan kolaborasi yang kuat dengan mitra lokal, Pertamina terus memperluas perannya sebagai pelaku industri migas global.

Strategi Ekspansi dan Kedaulatan Energi

Strategi ekspansi Pertamina tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan portofolio aset, tetapi juga untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Dengan adanya aset di luar negeri, perusahaan mampu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri secara lebih stabil dan berkelanjutan.

Pertamina terus berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan mitra internasional serta memastikan operasi yang efisien dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif dari para mitra, Pertamina siap menjalani fase baru dalam pengelolaan aset hulu migas di luar negeri.

Pos terkait