Pertamina Nyalakan Listrik, Aktifkan Layanan Medis RSUD Aceh

Peran Rumah Sakit dalam Pemulihan Pasca-Bencana

Rumah sakit memainkan peran penting dalam melayani kebutuhan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak bencana. Salah satu contohnya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang, yang juga mengalami dampak dari bencana alam di Sumatera. Meski sempat mengalami gangguan akibat kerusakan infrastruktur dan akses yang terganggu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memulihkan layanan kesehatan.

Salah satu fondasi utama dalam memulihkan layanan medis di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang adalah stabilitas listrik dan air. Kedua hal ini sangat penting untuk menjaga kelancaran operasional rumah sakit, terutama dalam penggunaan peralatan medis yang memerlukan pasokan daya yang stabil.

Dr. Andika Putra, Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa selama masa transisi pemulihan pascabencana, kestabilan energi menjadi sangat krusial. Ia menilai listrik sebagai “nyawa” bagi peralatan medis yang digunakan dalam pelayanan kesehatan.

“Listrik adalah nyawa bagi peralatan medis. Kami sangat mengapresiasi dukungan Pertamina yang sigap memasok suplai BBM secara penuh untuk genset,” ujar dr. Andika Putra.

Ketersediaan energi ini menjadi pelengkap yang sangat penting untuk memastikan listrik di rumah sakit tetap terjaga 24 jam. Dengan pasokan BBM yang cukup, rumah sakit dapat beroperasi tanpa henti, sehingga pasien bisa mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa program Pertamina Peduli merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Fokus utama dalam pemulihan adalah suplai listrik, yang dilakukan dengan penyediaan bahan bakar minyak untuk menjalankan genset.

“Fokus pemulihan di antaranya suplai listrik yang dilakukan dengan penyediaan bahan bakar minyak untuk menjalankan genset,” jelas Muhammad Baron.

Pascabencana, RSUD Muda Setia Aceh Tamiang kembali dibuka pada 9 Desember lalu. Sejak saat itu, rumah sakit telah melayani berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat. Hingga akhir tahun 2025, tercatat 507 pasien rawat inap telah dilayani, serta 2.350 pasien mendapatkan layanan rawat jalan.

Beberapa tindakan medis yang dilakukan antara lain:

  • 48 pasien mendapatkan tindakan operasi
  • 8 pasien dirawat di fasilitas ICU
  • 20 pasien menjalani tindakan cuci darah
  • 656 pasien ditangani di Unit Gawat Darurat

Dr. Andika mengharapkan Pertamina terus mendukung dalam hal suplai air dan BBM untuk menghidupkan listrik. Ia berharap pelayanan kesehatan bisa tetap terjaga, karena orang sakit tidak bisa menunggu dan harus segera dilayani dalam keadaan apapun.

Pos terkait