Perayaan Budaya di Alun-alun Sumedang
Acara pagelaran ekosistem budaya kasumedangan yang diselenggarakan oleh Pemkab Sumedang di sekitar Alun-alun Sumedang pada Jumat, 24 April 2026, mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumedang yang ke-448 dan menampilkan berbagai seni serta budaya khas daerah tersebut.
Masyarakat Sumedang yang terbiasa dengan perayaan-perayaan tradisional mulai memenuhi areal Alun alun sejak pagi hari ketika acara resmi dibuka oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
Puncak antusiasme masyarakat terjadi pada malam hari, saat acara dimeriahkan oleh hadirnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, komedian Ohang, dan Ade Batak. Kombinasi antara humor yang kocak dari Ohang dan kesan santai dari Kang Dedi Mulyadi (KDM) serta energiknya Ade Batak berhasil membuat suasana semakin meriah. Penampilan mereka mampu menghibur ribuan warga yang hadir di Alun-alun.
Tidak hanya warga dari kota Sumedang sendiri, banyak penduduk dari wilayah sekitar seperti Paseh, Situraja, Rancakalong, dan daerah lainnya juga turut hadir dalam acara ini. Mereka datang untuk menyaksikan pertunjukan yang dianggap sebagai bagian dari kebudayaan lokal yang unik dan menarik.
Ujang, salah satu warga Rancakalong, mengungkapkan bahwa ia sengaja datang ke Alun-alun meskipun harus menempuh perjalanan jauh. Ia ingin melihat penampilan Ohang dan Ade Batak, serta kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Saya sengaja datang malam-malam juga karena ingin melihat kekocakan Ohang, apalagi dalam acara ini hadir pula KDM,” ujarnya. Ia juga menyampaikan rasa puasnya atas penampilan yang diberikan oleh para bintang tamu, menilai bahwa acara ini sangat menghibur bagi masyarakat Sumedang.
Hiburan yang Menggembirakan
Selain tampilan komedian, acara ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang mencerminkan identitas masyarakat Sumedang. Mulai dari tarian tradisional hingga musik daerah, semua elemen ini memberikan pengalaman yang berbeda dan mengingatkan masyarakat akan kekayaan budaya yang dimiliki.
Beberapa penampilan yang menarik perhatian antara lain adalah tarian khas Sumedang yang diiringi oleh musik tradisional, serta pertunjukan seni ukir dan kerajinan tangan yang menunjukkan keterampilan masyarakat setempat. Semua ini menunjukkan bahwa acara ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan pelestarian budaya.
Partisipasi Masyarakat yang Luas
Partisipasi masyarakat dalam acara ini sangat luar biasa. Tidak hanya dari kalangan dewasa, anak-anak juga ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang disiapkan. Ada beberapa stan yang menyediakan permainan tradisional dan kuliner khas Sumedang, sehingga menjadikan acara ini lebih interaktif dan menyenangkan.
Selain itu, acara ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Warga yang hadir saling berinteraksi, berbagi cerita, dan bersyukur atas kesempatan untuk merayakan Hari Jadi Sumedang dengan cara yang unik dan penuh makna.






