Sentra Kampung Pempek: Surga Kuliner Palembang Jelang Hari Raya
Pasar 26 Ilir, tepatnya di Jalan Beringin Janggut, Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, menjelma menjadi pusat keramaian yang tak terbantahkan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Kawasan ini, yang dikenal sebagai Sentra Kampung Pempek, dipadati oleh ribuan pengunjung yang memiliki misi yang sama: mencari kudapan khas Palembang yang tak tergantikan untuk momen Lebaran. Keunikan sentra ini tidak hanya menarik warga Palembang sendiri, tetapi juga para perantau dan pengunjung dari luar kota yang ingin membawa pulang cita rasa autentik pempek sebagai buah tangan istimewa.
Salah satu pengunjung yang ditemui adalah Winda Tri Agustina, seorang pegawai berusia 29 tahun yang berasal dari Kabupaten Musi Rawas. Berdomisili di Palembang, Winda kali ini memilih Sentra Kampung Pempek sebagai tujuan utamanya untuk membeli oleh-oleh pempek yang akan dinikmati bersama keluarganya saat perayaan Idul Fitri.
“Ini pertama kalinya saya membeli oleh-oleh pempek langsung di Sentra Pempek untuk dibawa pulang mudik. Alasan utamanya karena harga di sini sangat terjangkau dan cocok untuk semua kalangan,” ujar Winda. Ia menambahkan bahwa selain faktor harga, kemudahan pempek yang sudah bisa divakum menjadi pertimbangan penting baginya. Perjalanan dari Palembang ke Musi Rawas memakan waktu sekitar 5 hingga 6 jam, sehingga ia sangat mengutamakan paket pempek yang memiliki daya tahan lama selama perjalanan.
Ragam Pilihan di Sentra Kampung Pempek
Sentra Kampung Pempek menjadi rumah bagi berbagai Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner pempek. Beragam gerai ternama seperti Pempek Lala, Pempek Edi, Pempek Rayhan 26 Ilir, dan Pempek Cek Linda, serta banyak lagi, menawarkan aneka pilihan pempek dengan harga yang sangat bersahabat. Harga per buahnya berkisar antara Rp800 hingga Rp1.500. Tidak hanya itu, tersedia pula paket pempek yang sudah dikemas secara vakum, memudahkan pengunjung untuk membawanya dalam perjalanan jauh atau mengirimkannya ke luar kota.
Di antara deretan gerai tersebut, Pempek Lala menjadi salah satu yang paling diserbu pengunjung, terutama menjelang hari raya. Gerai ini dikenal luas karena menyediakan paket pempek vakum yang dapat dikirimkan ke berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, seluruh Pulau Jawa, Sumatera, hingga Denpasar, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lonjakan Permintaan dan Strategi UMKM
Firman, pengelola Pempek Lala, mengungkapkan bahwa gerainya senantiasa menyediakan beragam pilihan paket pempek dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp80.000 untuk paket berisi 40 buah pempek campur hingga paket yang berisi 200 buah. Menjelang momen Idul Fitri, permintaan dari pembeli lokal maupun pengiriman luar kota mengalami peningkatan yang signifikan.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang momen besar seperti Lebaran, jumlah pembelian pasti meningkat hingga dua kali lipat,” tutur Firman. Ia menambahkan bahwa tahun ini, lonjakan permintaan terasa sedikit lebih tinggi karena berdekatan dengan cuti Hari Raya Nyepi. “Karena dekat dengan cuti Nyepi, pengunjung tidak hanya membeli kebutuhan untuk Lebaran, tetapi sekaligus mencari oleh-oleh untuk dibawa mudik,” jelasnya.
Puncak lonjakan permintaan dilaporkan terjadi sejak seminggu terakhir sebelum Lebaran. Bahkan, Pempek Lala terpaksa menutup pemesanan daring (online) sejak dua hari sebelum artikel ini ditulis. “Kami sampai menambah produksi setiap hari. Biasanya kami memproduksi ratusan buah, kini bisa mencapai ribuan buah. Terlebih lagi, banyak pelanggan yang meminta pempek divakum agar lebih tahan lama,” ujar Firman.
Tren pembelian saat ini didominasi oleh paket-paket berukuran besar, yang ditujukan untuk kebutuhan keluarga besar maupun sebagai oleh-oleh. “Menjelang Lebaran seperti ini, yang paling banyak dicari adalah paket campuran. Pembeli menginginkan kepraktisan, tinggal membawa saja untuk dinikmati bersama keluarga di kampung halaman,” ungkapnya.
Meski omzet penjualan mengalami peningkatan yang signifikan, Firman menegaskan bahwa pihaknya tetap berusaha mempertahankan harga jual yang sama seperti hari-hari biasa, meskipun terjadi kenaikan harga bahan baku menjelang Lebaran. “Kami masih menjual dengan harga yang sama, meskipun bahan baku ada yang mengalami kenaikan menjelang Lebaran. Prioritas kami adalah tetap mempertahankan harga yang terjangkau oleh semua kalangan,” tegasnya.
Tips Memilih Pempek untuk Oleh-Oleh
Bagi Anda yang berencana menjadikan pempek sebagai oleh-oleh khas Palembang, berikut beberapa tips yang bisa dipertimbangkan:
- Pilih Jenis Pempek yang Tepat: Pempek lenjer, kapal selam, dan kulit biasanya menjadi pilihan favorit. Pastikan Anda mengetahui selera penerima oleh-oleh.
- Perhatikan Kemasan Vakum: Untuk perjalanan jauh, kemasan vakum sangat disarankan agar pempek tetap segar dan tahan lama.
- Tanyakan Ketahanan Produk: Tanyakan kepada penjual berapa lama pempek dapat bertahan di suhu ruang atau setelah dibuka.
- Beli di Sentra Terpercaya: Sentra Kampung Pempek di Pasar 26 Ilir menawarkan jaminan kualitas dan harga yang kompetitif dari berbagai UMKM.
- Pertimbangkan Cuko (Saus Pempek): Cuko juga merupakan elemen penting. Pastikan Anda mendapatkan cuko yang pas dengan selera, karena ada yang suka pedas, manis, atau asam. Beberapa penjual juga menyediakan cuko dalam kemasan botol yang praktis.
Sentra Kampung Pempek tidak hanya menawarkan kelezatan kuliner, tetapi juga menjadi saksi bisu tradisi mudik dan kehangatan momen perayaan hari raya yang tak terpisahkan dari cita rasa khas Palembang.





