Polisi kembali periksa sejumlah saksi terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur

Pemeriksaan Saksi Terkait Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

Polda Metro Jaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang terkait dengan kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengungkap penyebab dan peristiwa yang menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap pihak Taksi Green, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dilaksanakan di Polda Metro Jaya. Jadwal pemeriksaan tersebut dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB.

Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi tambahan dari pihak Daop 1 Jakarta akan dilaksanakan di Kantor Daop 1 Manggarai pada pukul 10.00 WIB. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengambil keterangan dari 31 orang saksi untuk mengungkap insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan bahwa para saksi tersebut terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut.

Menurut Budi, penanganan kasus kecelakaan tersebut saat ini telah memasuki tahap penyidikan dan ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik telah melakukan beberapa langkah seperti cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya.

Tahap selanjutnya, penyidik akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif.

Latar Belakang Kecelakaan

Kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu menewaskan total 16 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Insiden tersebut dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian dihantam oleh KRL yang melintas.

Akibat dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur. Dalam posisi berhenti tersebut, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong belakang khusus wanita ringsek dan merenggut belasan nyawa.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan instansi terkait untuk mencari tahu penyebab pasti dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Proses penyidikan terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam kejadian tersebut.

Pos terkait