Penyelidikan Kebakaran Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo Masih Berlangsung
PONOROGO – Sepekan lebih pasca insiden kebakaran yang melanda Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo, pihak kepolisian masih terus berupaya mengungkap tabir di balik peristiwa tersebut. Hingga kini, belum ada kesimpulan pasti apakah kebakaran yang terjadi pada Minggu (4/1/2026) lalu itu murni disebabkan oleh kelalaian ataukah terdapat unsur tindak pidana.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyatakan bahwa pihaknya masih sangat bergantung pada hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan unit Identifikasi dan Olah Tempat Kejadian Perkara (Inafis) dari Polda Jawa Timur.
“Kami masih menunggu hasil dari penyelidikan Inafis dan Labfor Polda Jatim untuk menentukan apakah kebakaran ini merupakan tindak pidana atau murni kelalaian,” ujar AKP Imam Mujali pada Senin (12/1/2026).
Proses Investigasi yang Intensif
Proses penyelidikan telah berjalan sejak beberapa hari setelah kejadian. Tim Inafis Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran pada Senin (5/1/2026), disusul dengan kunjungan kembali pada Selasa (6/1/2026).
“Memang benar, dalam minggu kemarin, tim Inafis dan Labfor Polda sudah melakukan olah TKP di lokasi kebakaran di RSUD dr Harjono,” konfirmasi AKP Imam Mujali.
Meskipun demikian, Kasatreskrim enggan merinci secara detail mengenai barang bukti apa saja yang dibawa oleh tim Inafis maupun Labfor Polda Jatim dari lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah tim forensik.
“Barang bukti yang dibawa adalah kewenangan mereka, saya tidak berani menyebutkan satu per satu. Ada serpihan kebakaran dan sisa abu, namun kami masih menunggu hasil dari penyelidikan Inafis dan Labfor,” jelasnya.
Hasil dari investigasi mendalam oleh Inafis dan Labfor Polda Jatim inilah yang akan menjadi kunci utama dalam menentukan penyebab pasti kebakaran Gudang Farmasi rumah sakit pelat merah tersebut. Dari hasil tersebut, barulah dapat disimpulkan apakah kejadian ini masuk dalam kategori tindak pidana atau hanya merupakan sebuah kelalaian.
Belasan Saksi Telah Diperiksa
Selain melakukan olah TKP dan menunggu hasil laboratorium, tim Satreskrim Polres Ponorogo juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 12 orang yang telah dimintai keterangan. Seluruh saksi yang diperiksa berasal dari lingkungan internal RSUD dr Harjono Ponorogo.
“Sampai saat ini ada 12 orang dari pihak rumah sakit yang kami periksa. Mereka adalah orang-orang yang mengetahui kejadian dan juga terkait dengan tugas-tugas mereka sebagai pengaman objek rumah sakit,” ungkap AKP Imam Mujali.
Bahkan, pantauan di ruang Satreskrim Polres Ponorogo pada Senin (12/1/2026) juga terlihat kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, Made Jaren, yang diduga juga dimintai keterangan terkait insiden tersebut.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pemadaman
Kebakaran di Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo diketahui pertama kali terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Gudang farmasi yang terbakar terletak di bagian belakang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Lokasi kejadian berada di kompleks rumah sakit, tepatnya di Jalan Ponorogo–Pacitan, Kelurahan Paju, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Mengetahui adanya kobaran api, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Sejumlah armada, termasuk empat unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit mobil tangki air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, dikerahkan untuk membantu suplai air dan memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran berjuang keras selama lebih dari tiga jam untuk menjinakkan api yang melalap gudang farmasi tersebut. Upaya pemadaman berlangsung dari pukul 16.15 WIB hingga sekitar pukul 19.30 WIB pada Sabtu (4/1/2026) malam.
Dalam proses pemadaman, petugas bahkan terpaksa melakukan tindakan drastis dengan menjebol pintu dan sejumlah akses bangunan lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan para petugas dapat menjangkau titik api secara efektif dan mencegah api meluas ke area rumah sakit lainnya.
Tim gabungan dari Satreskrim Polres Ponorogo bersama tim Inafis dan Labfor Polda Jatim telah menyisir total 30 titik di lokasi kejadian. Mulai dari sisi barat gudang farmasi, area belakang, hingga ke lantai satu dan lantai dua bangunan gudang tersebut. Semua langkah ini diambil demi memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam upaya mengungkap akar permasalahan dari kebakaran yang menimbulkan kerugian tersebut.





