Polusi Udara Akibatkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Paling Rentan

Polusi Udara, Ancaman Serius yang Menyebabkan Kematian Dini

Polusi udara tetap menjadi masalah kesehatan yang serius di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa polusi udara juga berkontribusi pada kematian dini setiap tahunnya. Paparan polutan yang terus-menerus meningkat menimbulkan risiko yang mengancam jutaan nyawa, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan.

Menurut data IDAI, sekitar 7 juta orang meninggal lebih cepat dari usia harapan hidup akibat paparan polusi udara. Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang ancaman polusi udara dan dampaknya terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak.

Ancaman Polusi Udara yang Mengancam Jutaan Nyawa

Kini, ancaman polusi udara semakin nyata, bahkan menyebabkan kematian dini pada jutaan orang. Anggota Satuan Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) IDAI, Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes, menyebutkan bahwa setidaknya tujuh juta orang meninggal lebih cepat dari usia harapan hidup akibat paparan polusi udara.

“Jika kita melihat angka tersebut, tujuh juta manusia meninggal lebih cepat dari seharusnya karena polusi udara. Anak-anak termasuk yang sangat rentan,” ujar Dokter Riyadi dalam seminar media IDAI dalam rangka Hari Lingkungan Hidup.

Polusi udara berasal dari berbagai sumber, seperti emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran sampah, kebakaran hutan, serta pembakaran bahan bakar yang menghasilkan partikel berbahaya. Sumber-sumber ini sering kali tidak disadari atau tidak begitu diperhatikan bahayanya.

Anak-Anak Paling Rentan Terhadap Polusi Udara

Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kematian dini akibat polusi udara. Secara fisiologis, saluran pernapasan anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga diameter saluran pernapasannya lebih sempit dibandingkan orang dewasa. Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak-anak belum sepenuhnya matang, sehingga lebih mudah terdampak oleh polutan.

“Anak-anak rentan terhadap polutan karena saluran udaranya lebih sempit dan sistem imunnya masih dalam proses perkembangan,” tambah Dokter Riyadi.

Polusi Udara Mengancam Sejak dalam Kandungan

Paparan polusi udara dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, alergi, hingga melemahkan sistem pertahanan tubuh. Zat tercemar seperti logam dan partikel halus juga meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, terutama pada janin yang ada dalam kandungan.

Oleh karena itu, ibu hamil juga termasuk dalam kelompok rentan terpapar polusi udara. Selain anak-anak, polusi udara juga mengancam nyawa janin sejak di dalam kandungan.

Hubungan antara Polusi Udara dan Perubahan Iklim

Ternyata, polusi udara yang tidak terkendali memiliki hubungan erat dengan perubahan iklim. Dokter Riyadi menjelaskan bahwa aktivitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara.

“Dampak lingkungan yang tidak baik akan dirasakan oleh seluruh kelompok manusia, termasuk anak-anak yang menjadi kelompok rentan,” katanya.

Langkah Pencegahan untuk Mengurangi Polusi Udara

Untuk mencegah penyebaran polusi udara, IDAI mendorong adanya langkah-langkah konkret, seperti:

  • Pengurangan emisi kendaraan
  • Transisi ke transportasi ramah lingkungan
  • Berhenti melakukan pembakaran sampah
  • Perluasan ruang terbuka hijau di perkotaan

Dengan tindakan-tindakan ini, diharapkan kualitas udara dapat meningkat dan risiko kesehatan akibat polusi dapat diminimalisir.

Hindari berbagai polusi udara di sekitar kita untuk menjaga kesehatan diri dan anak-anak agar tidak terpapar bahaya dari polusi udara.

Pos terkait