Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Tetap Jadi Tuan Rumah PON 2028
Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap akan menjadi tuan rumah bersama dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XII tahun 2028. Meski demikian, sebagian pertandingan cabang olahraga akan digelar di Jakarta sebagai bagian dari strategi efisiensi penyelenggaraan.
Kepastian ini disampaikan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, setelah menghadiri pertemuan bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut membahas kesiapan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON 2028. Dalam kesempatan tersebut, Laka Lena menyampaikan bahwa dirinya dan Gubernur NTB telah memberikan laporan langsung kepada Presiden terkait persiapan kedua provinsi tersebut.
Menurut Laka Lena, pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PON 2028 di NTB dan NTT. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu penyelenggaraan dilakukan secara efektif dan efisien serta menghindari pemborosan anggaran negara. Sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden, Pemerintah Provinsi NTT dan NTB sepakat untuk tidak membangun venue olahraga baru.
Cabang olahraga yang membutuhkan biaya besar dan infrastruktur khusus direncanakan akan dipusatkan di Jakarta. “Untuk cabang olahraga yang memerlukan anggaran besar, pelaksanaannya akan dilakukan di Jakarta,” jelas Laka Lena.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan PON 2028, termasuk konsep upacara pembukaan, akan dibahas bersama Gubernur NTB. Pembahasan tersebut juga akan melibatkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sebelum disampaikan kembali kepada Presiden.
Cabang Olahraga yang Akan Dipertandingkan di NTT
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengungkapkan bahwa NTT direncanakan menjadi tuan rumah bagi 22 cabang olahraga. Penentuan cabang olahraga akan didasarkan pada potensi prestasi serta peluang perolehan medali bagi kontingen NTT.
“Cabang olahraga bela diri menjadi andalan NTT karena selama ini terbukti sebagai cabang unggulan yang berpotensi menyumbangkan medali,” ujar Johni.
Johni menegaskan bahwa penyelenggaraan PON 2028 di NTB dan NTT harus memenuhi empat indikator utama, yakni sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses prestasi, serta sukses dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. “Keempat indikator ini menjadi komitmen bersama dan wajib dicapai demi kesuksesan PON 2028 di NTB dan NTT,” tegasnya.
Strategi Efisiensi dalam Penyelenggaraan PON 2028
Strategi efisiensi yang diterapkan dalam penyelenggaraan PON 2028 mencakup berbagai aspek, mulai dari penggunaan infrastruktur yang sudah ada hingga pengalokasian anggaran yang lebih rasional. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyelenggaraan PON tidak hanya berhasil secara sportif, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat setempat.
Beberapa cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus seperti atletik, renang, atau olahraga indoor akan dipindahkan ke Jakarta. Sementara itu, cabang olahraga lain yang bisa menggunakan fasilitas yang sudah ada di NTB dan NTT akan tetap diadakan di sana. Ini merupakan langkah penting untuk menghindari pemborosan dana negara.
Selain itu, pengembangan infrastruktur olahraga di NTB dan NTT akan fokus pada pemeliharaan dan peningkatan kapasitas fasilitas yang sudah ada. Dengan demikian, tidak hanya PON 2028 yang akan dimanfaatkan, tetapi juga masyarakat lokal dapat mengakses fasilitas olahraga tersebut setelah acara selesai.
Kesiapan dan Komitmen Bersama
Komitmen bersama antara NTB dan NTT dalam menyelenggarakan PON 2028 sangat kuat. Baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memiliki visi yang sama, yaitu menyelenggarakan PON yang sukses secara berbagai aspek. Dari segi penyelenggaraan, administrasi, prestasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, semua pihak bekerja sama untuk memastikan bahwa PON 2028 menjadi ajang yang bermakna dan berkelanjutan.
Dengan adanya strategi efisiensi dan kerja sama yang baik antara NTB dan NTT, diharapkan PON 2028 dapat menjadi contoh dalam penyelenggaraan acara nasional yang tidak hanya sukses secara olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah tuan rumah.





