Penemuan Potongan Tubuh Korban Pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung
Tim SAR gabungan berhasil menemukan potongan tubuh manusia yang diduga merupakan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Temuan tersebut tiba di Pos DVI Biddokkes Polda Sulsel, Makassar, pada Rabu malam, untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Pada hari kelima operasi pencarian dan pertolongan, dua dari sepuluh korban telah berhasil diidentifikasi. Penemuan ini menjadi langkah penting dalam upaya mengungkap identitas para korban kecelakaan yang terjadi sejak 17 Januari 2026.
Proses Pengangkutan dan Identifikasi
Potongan tubuh yang ditemukan berupa tangan tersebut dibawa oleh Ambulans Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, yang dikawal oleh mobil PJR. Setelah tiba di pos DVI, potongan tangan itu kemudian dibawa ke ruang forensik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas Dokpol melakukan pendataan ulang sebelum menyerahkan temuan tersebut kepada tim DVI.
Dalam proses penyerahan, terdapat dua bungkusan jaket berwarna biru navy yang diserahkan. Hal ini menunjukkan bahwa petugas SAR juga menemukan barang-barang milik korban di lokasi kejadian.
Lokasi Penemuan dan Kondisi Wilayah
Lokasi penemuan berada di kawasan perbukitan Kabupaten Pangkep, dengan koordinat 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur. Wilayah ini merupakan area pegunungan dengan kontur lereng curam, vegetasi rumput dan semak, serta sering diselimuti kabut tebal. Secara geografis, lokasi ini berjarak sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Makassar dan sekitar 26 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, dengan arah utara dan timur laut dari bandara.
Penjelasan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa penemuan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat. Ia menjelaskan bahwa pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian.
“Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” ujarnya. Menurutnya, body part korban yang ditemukan selanjutnya diserahkan kepada RS Bhayangkara untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Barang Milik Korban yang Ditemukan
Selain body part, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban. Di antaranya adalah laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
“Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Operasi SAR yang Masih Berlangsung
Ia menegaskan bahwa operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara. “Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur,” tuturnya.
Identitas Korban yang Telah Terungkap
Diketahui, hari ini adalah hari kelima operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjatuh di lereng Gunung Bulusaraung, pada 17 Januari 2026. Dari 10 korban terdata, baru dua yang ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Mereka adalah Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana.
Florencia Lolita Wibisono adalah kru atau pramugari pesawat, sedangkan Deden Maulana adalah penumpang dari KKP.






