Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mendapat apresiasi positif dari pakar kebencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati. Menurut Dwikorita, kehadiran langsung presiden di tengah-tengah pengungsi diharapkan dapat memberikan hiburan dan dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh para korban yang tengah mengungsi akibat musibah.
Dwikorita Karnawati, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menilai bahwa kunjungan berulang Presiden Prabowo ke lokasi bencana menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah dalam penanganan pascabencana. Ia berharap, dengan adanya perhatian langsung dari pimpinan tertinggi negara, proses pemulihan di daerah-daerah yang dilanda bencana dapat dipercepat.
“Insya Allah, ini bagi para korban, para pengungsi, akan menjadi suatu kesejukan dan wujud kasih sayang dari seorang pemimpin kepada rakyatnya,” ujar Dwikorita dalam sebuah program di KompasTV. Ia menambahkan, “Terus terang ini harus diapresiasi. Insya Allah hal ini pun memberi semangat, tidak hanya bagi para pengungsi, tapi juga bagi mereka yang bekerja keras untuk pemulihan.”
Penguatan Mitigasi Pasca-Bencana
Meskipun mengapresiasi langkah-langkah penanganan darurat dan kunjungan presiden, Dwikorita Karnawati juga menekankan pentingnya penguatan upaya mitigasi pascabanjir di Sumatera. Ia berpendapat bahwa pemerintah perlu segera membangun sistem peringatan dini yang efektif untuk banjir bandang di daerah-daerah yang memiliki kerawanan tinggi.
“Sistem itu mestinya segera dibangun dan saya yakin Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah sangat terbiasa membangun hal semacam itu di wilayah-wilayah Indonesia,” jelas Dwikorita, merujuk pada kapabilitas teknis yang dimiliki oleh kementerian tersebut dalam membangun infrastruktur kebencanaan.
Pengembangan sistem peringatan dini ini sangat krusial mengingat potensi peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem akibat perubahan iklim. Dengan adanya sistem peringatan dini yang andal, masyarakat di daerah rawan dapat memperoleh informasi yang cukup waktu untuk melakukan evakuasi mandiri atau persiapan lainnya, sehingga dapat meminimalkan korban jiwa dan kerugian materiil.
Aksi Nyata Presiden di Lapangan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang menunjukkan kehadirannya secara langsung di lapangan. Ia diketahui menghabiskan malam pergantian tahun 2026 bersama dengan para pengungsi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Momen ini memberikan gambaran kedekatan pemimpin dengan rakyatnya di saat-saat sulit.
Sehari setelahnya, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang juga terdampak parah oleh banjir. Di sana, Presiden tidak hanya melakukan kunjungan tatap muka, tetapi juga menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Fokus Rapat Terbatas: Hunian dan Penanganan Pascabencana
Rapat terbatas yang digelar di Aceh Tamiang menjadi forum penting untuk membahas langkah-langkah konkret penanganan bencana. Agenda utama dalam pertemuan tersebut meliputi dua aspek krusial:
Hunian Sementara untuk Pengungsi:
Penyediaan hunian sementara yang layak dan aman bagi para pengungsi menjadi prioritas utama. Rapat ini membahas strategi percepatan pembangunan dan distribusi hunian sementara agar para pengungsi dapat segera mendapatkan tempat berlindung yang memadai sembari menunggu hunian permanen dibangun. Hal ini mencakup ketersediaan fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, dan listrik.Penanganan Pascabencana:
Selain hunian, rapat ini juga memfokuskan pada berbagai aspek penanganan pascabencana secara keseluruhan. Ini meliputi:- Bantuan Logistik: Memastikan distribusi bantuan logistik seperti makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya berjalan lancar dan merata kepada seluruh korban.
- Pemulihan Infrastruktur: Merencanakan dan mengalokasikan sumber daya untuk perbaikan infrastruktur yang rusak, seperti jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
- Dukungan Psikososial: Memberikan perhatian pada aspek pemulihan psikologis para korban, terutama anak-anak, melalui program dukungan psikososial yang terstruktur.
- Rehabilitasi dan Rekonstruksi: Merumuskan kebijakan dan strategi jangka panjang untuk rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak, termasuk upaya revitalisasi ekonomi masyarakat.
Kunjungan dan rapat terbatas yang dilakukan Presiden Prabowo ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan dalam upaya pemulihan dan pembangunan kembali daerah-daerah yang terdampak bencana, serta meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.






