Puncak Arus Balik 2026: Kampung Rambutan Beroperasi Hingga Subuh

Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siagakan Layanan Transportasi Dini Hari

Memasuki awal tahun 2026, Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, telah bersiap menghadapi puncak arus balik pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pihak pengelola terminal memprediksi ribuan penumpang akan kembali tiba di ibu kota, terutama pada jam-jam larut malam atau yang sering disebut jam “kalong”. Untuk memastikan para pemudik tidak terlantar dan dapat melanjutkan perjalanan dengan nyaman, berbagai skema khusus telah disiapkan.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penyediaan layanan transportasi lanjutan yang beroperasi di luar jam normal. Bekerja sama erat dengan PT TransJakarta, armada Angkutan Dini Hari (Andini) telah disiagakan sejak Sabtu, 3 Januari 2026. Layanan ini dirancang khusus untuk menjembatani para penumpang yang baru saja tiba dari luar kota Jakarta pada dini hari.

Detail Layanan Angkutan Dini Hari (Andini)

Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menjelaskan bahwa armada khusus ini akan membantu penumpang melanjutkan perjalanan mereka di dalam kota.

  • Armada yang Disediakan: Sebanyak lima unit bus dari PT TransJakarta, yang beroperasi di bawah rute Koridor 7 (Kampung Rambutan – Kampung Melayu), telah dialokasikan untuk layanan Andini.
  • Jadwal Operasional: Layanan Angkutan Dini Hari ini akan beroperasi mulai pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB setiap harinya. Setelah pukul 05.00 pagi, layanan bus TransJakarta reguler akan mengambil alih seperti biasa.
  • Periode Layanan Khusus: Layanan khusus ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada dini hari Sabtu (3 Januari), Minggu (4 Januari), dan Senin (5 Januari) 2026.

Pihak pengelola terminal menyatakan kesiapannya untuk bersikap fleksibel terhadap kondisi di lapangan. Meskipun lima unit bus telah disiagakan, jumlah armada tambahan akan segera dikoordinasikan dengan TransJakarta apabila terjadi lonjakan penumpang yang tidak terduga. “Ya, nanti kita lihat situasi di lapangan, karena nanti kendalanya apabila dibutuhkan untuk angkutan tambahan, nanti kita koordinasi dengan TransJakarta,” tegas Revi.

Prioritas Keamanan Penumpang

Selain memastikan ketersediaan transportasi, aspek keamanan juga menjadi prioritas utama dalam penanganan arus balik ini. Untuk menjamin keselamatan dan ketenangan para penumpang yang tiba di waktu dini hari, Revi Zulkarnain telah mengajukan permohonan bantuan personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penjagaan di area terminal akan diperketat untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan.

Prediksi Puncak Arus Balik

Berdasarkan analisis data pergerakan penumpang, diprediksi bahwa puncak arus balik Nataru 2026 akan terjadi pada awal pekan depan. “Jadi puncak arus balik itu diprediksi pada Senin (5 Januari) dini hari,” terang Revi.

Untuk memberikan gambaran lebih lanjut, tren keberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan sempat mencapai titik tertingginya pada Selasa, 30 Desember 2025, dengan total 1.352 orang. Namun, angka tersebut mulai menunjukkan tren penurunan setelah memasuki hari pertama tahun 2026. “Tapi di hari Kamis 1 Januari 2026 kemarin, juga turun dari 88 unit bus yang kami siapkan itu total penumpang hanya 777 jiwa,” jelas Revi.

Dengan adanya persiapan matang, mulai dari ketersediaan armada Angkutan Dini Hari hingga pengamanan yang ketat, diharapkan seluruh proses arus balik libur Nataru 2026 di Terminal Kampung Rambutan dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang kembali ke Jakarta.

Pos terkait