Pemeriksaan Kesehatan Presiden Donald Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Pusat Medis Militer Walter Reed. Hasil pemeriksaan tersebut dirilis oleh Gedung Putih dan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan fisik dan kognitif sang presiden sangat baik, sehingga ia layak menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara.
Dokter pribadi Trump, Dr. Sean Barbabella, menyatakan bahwa kondisi kesehatan Trump dalam keadaan yang “sangat baik” dan memenuhi syarat untuk menjalankan tugas sebagai panglima tertinggi AS. Pemeriksaan medis dilakukan pada Selasa (26/5/2026), dan melibatkan 22 spesialis yang melakukan berbagai tes seperti CT scan, pemeriksaan pencitraan jantung, skrining kanker, serta penilaian pencegahan lainnya.
Detail Laporan Kesehatan
Laporan kesehatan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih mencakup berbagai aspek kesehatan Trump. Berat badannya tercatat sebesar 238 pon (108 kg), naik 14 pon (6 kg) dari pemeriksaan pada April 2025. Dengan tinggi 6 kaki 3 inci (1,9 meter), indeks massa tubuh (BMI) Trump adalah 29,7. Angka ini mendekati batas obesitas, yang biasanya ditetapkan pada BMI 30. Dokter menyarankan Trump untuk mengatur diet, meningkatkan aktivitas fisik, dan melakukan upaya penurunan berat badan.
Selain itu, laporan juga mencatat adanya memar di tangan Trump yang disebut sebagai “iritasi jaringan lunak ringan terkait dengan seringnya berjabat tangan.” Dokter menjelaskan bahwa hal ini merupakan efek umum dari penggunaan aspirin. Trump juga dianjurkan untuk beralih ke aspirin dosis rendah.
Pada tahun lalu, Trump didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis, sebuah kondisi yang umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Meskipun ada sedikit pembengkakan di kaki bagian bawah, dokter menyatakan bahwa kondisi ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tes Kognitif dan Kolesterol
Trump kembali menjalani Tes Penilaian Kognitif Montreal, yang digunakan untuk mendeteksi demensia dan gangguan kognitif. Hasilnya adalah skor sempurna 30 dari 30, sama dengan yang dicatatkan tahun lalu dan pada 2018. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi kognitif Trump tetap stabil.
Kadar kolesterol Trump juga membaik secara signifikan. Total kolesterolnya saat ini berada di angka 143, turun dari 223 pada 2018. Angka ini sempat turun hingga 140 pada April lalu. Trump mengonsumsi rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Ia juga menggunakan ezetimibe untuk membantu menurunkan LDL-nya.
Pentingnya Laporan Ini
Pemeriksaan kesehatan ini menjadi sorotan karena Trump akan berusia 80 tahun bulan depan, menjadikannya presiden tertua yang pernah terpilih dalam sejarah AS. Sebelumnya, Joe Biden, mantan presiden AS, berusia 82 tahun ketika mengundurkan diri dari pemilihan presiden 2024 setelah kekhawatiran tentang usianya.
Pemeriksaan medis ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Trump untuk menunjukkan kekuatannya menjelang pemilihan paruh waktu. Hasil pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi salah satu dari empat pemeriksaan medis yang diungkapkan secara publik sejak ia kembali menjabat periode kedua.






