Renungan harian Katolik Minggu 18 Januari 2026, anak domba Allah, kecil, diam, tapi menyelamatkan

Oleh : RP. John Lewar SVD

Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz

STM Nenuk Atambua Timor –NTT

– Renungan Harian Katolik Minggu 18 Januari 2026 dari RP. John Lewar SVD pada Hari Minggu Biasa II berjudul ‘Anak Domba Allah, Kecil, Diam, Tapi Menyelamatkan’.

Renungan Harian Katolik RP. John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I :  Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10;

1Kor. 1:1-3; Yoh. 1:29-34, Warna Liturgi Hijau.

Dalam Injil hari ini, Yohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus dan berkata dengan sebuah kalimat yang sangat terkenal: “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.”

Kalimat ini sangat akrab bagi kita. Setiap Misa kita dengar: “Anak Domba Allah, yang menghapus dosa

dunia…”

Hari ini, Injil mengajak kita berhenti sejenak dan sungguh melihat: siapa Yesus sebenarnya? Pertama, Yohanes Tidak Promosi Diri, Tapi Menunjuk Yesus. Yohanes Pembaptis adalah figur yang terkenal karena punya pengikut banyak, berkhotbah sangat keras, memiliki hidup asketis dan orang banyak datang berbondong-bondong kepadanya.

Kalau zaman sekarang, Yohanes mungkin sudah punya: Instagram verified, Channel YouTube dan undangan podcast rohani. Tapi apa yang Yohanes lakukan? Ia tidak berkata: “Follow saya!” Ia berkata: “Lihatlah Dia”. 

Yohanes tahu satu hal penting yakni tugas pelayan Tuhan bukan menarik perhatian ke diri sendiri, tapi menunjuk kepada Kristus. 

Ini juga pesan untuk kita, bahwa sebagai Orang tua menunjuk anak kepada Tuhan; Sebagai Pelayan Gereja -menunjuk umat kepada Kristus. Dan untuk kita semua hidup kita menjadi “penunjuk jalan”, bukan “papan reklame diri sendiri”.

Kedua, Yesus Disebut Anak Domba, Bukan Singa atau Elang. Menarik ya, Yesus disebut Anak Domba, bukan Singa (yang gagah), bukan burung Elang (yang perkasa) dan Kuda perang (yang cepat). Kenapa domba?

Karena domba adalah Hewan yang tergolong Lemah, Tidak melawan, Taat dan Siap dikorbankan. Dalam Perjanjian Lama, domba dipersembahkan sebagai korban penghapus dosa.

Sekarang Yohanes berkata: Yesuslah korban itu – satu kali untuk selama-lamanya. Kalau kita yang memilih, mungkin kita maunya:“Yesus, Singa Allah, yang mengaum dan langsung bereskan semua masalah.”

Tapi Allah memilih jalan yang berbeda: bukan kekerasan, tapi kasih; bukan kekuasaan, tapi pengorbanan.

Ketiga, Yesus Menghapus Dosa Dunia, Bukan Sekadar Masalah Kecil. Perhatikan kata-kata berikut: “menghapus dosa dunia”. Bukan Dosa ringan saja, bukan Dosa orang tertentu, bukan Dosa yang “masih bisa dimaafkan”, Tapi dosa dunia.

Artinya: Dosa pribadi, Dosa keluarga, Dosa sosial dan Luka-luka kemanusiaan. Kadang kita berpikir:“Dosa saya ini terlalu berat, Tuhan pasti capek mengampuni.” Padahal Injil hari ini menegaskan: Yesus datang bukan untuk menghitung dosa, tapi menghapusnya.

Keempat, Roh Kudus Turun dan Tetap Tinggal. Yohanes memberi kesaksian: “Aku melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan Ia tinggal di atas-Nya.” Ini penting: tinggal, bukan numpang lewat.

Artinya: Yesus sungguh diurapi Allah dan Roh Kudus menyertai seluruh hidup dan karya-Nya. Dan kabar baiknya, bahwa Roh yang sama juga dicurahkan kepada kita dalam Baptisan dan Penguatan.

Masalahnya adalah: Kadang Roh Kudus sudah tinggal di hati kita, tapi, Kita sibuk dengan diri sendiri, Roh Kudus seperti WiFi: ada, tapi tidak kita connect. Kelima, Yohanes Memberi Kesaksian, Bukan Teori. Yohanes tidak berkata: “Saya baca buku tentang Dia.” Tapi: “Aku telah melihat dan memberi kesaksian.”

Iman Kristen bukan sekadar teori, tapi pengalaman hidup bersama Kristus. Ini Tantangan untuk kita:Apakah orang lain bisa “melihat Yesus” dari cara kita berbicara? Dari cara kita mengampuni? Dari cara kita bekerja dan melayani?

Hari ini Yohanes Pembaptis mengajak kita melakukan satu hal sederhana tapi mendalam: “Lihatlah Yesus.” Bukan sekadar melihat dengan mata, tapi dengan hati dan iman. Yesus adalah Anak Domba yang lembut,

Juruselamat yang setia, Penghapus dosa dunia.

Semoga kita sadar bahwa Dia sedang bekerja dalam hidup kita, hari ini, bukan hanya di masa lalu. Mari kita belajar seperti Yohanes: lebih sedikit bicara tentang diri sendiri, lebih banyak menunjuk kepada Kristus.

Doa:

Tuhan Yesus, Engkau adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Kami bersyukur atas kasih-Mu yang rela berkorban demi keselamatan kami. Ajarilah kami untuk selalu menatap Engkau sebagai pusat hidup, dan jadikanlah kami saksi yang rendah hati seperti Yohanes Pembaptis.

Utuslah Roh Kudus-Mu agar kami mampu mengenali kehadiran-Mu dalam setiap peristiwa hidup. Semoga hidup kami memancarkan kasih dan pengampunan-Mu, sehingga banyak orang semakin percaya kepada-Mu. Kini dan selamanya… Amin.

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Minggu. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin.(*)

Ikuti Berita lainnya di GOOGLE NEWS

Pos terkait