Insiden Pengunjung Lansia di Borobudur: Sorotan Fasilitas dan Respons Pengelola
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengunjung lansia kesulitan berjalan di area Taman Wisata Candi Borobudur telah menarik perhatian luas di media sosial. Unggahan ini, yang dibagikan melalui akun Instagram @jalanbarengarief, telah ditonton lebih dari 942.000 kali, memicu diskusi mengenai ketersediaan fasilitas pendukung di salah satu destinasi wisata prioritas Indonesia.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat seorang pengunjung pria dengan sabar menggandeng seorang lansia, sembari berusaha mencari bantuan transportasi. Narasi yang menyertai video tersebut mengungkapkan kekecewaan terhadap minimnya fasilitas untuk situasi darurat atau kebutuhan khusus. “Borobudur destinasi wisata prioritas. Tapi minim fasilitas untuk hal force majeure kayak gini?” tulis pengunggah.
Menurut keterangan yang disampaikan, pengunjung lansia tersebut telah beberapa kali meminta bantuan petugas di Borobudur, namun justru diarahkan untuk tetap berjalan kaki. “Padahal si ibu sudah sakit dan tidak bisa melanjutkan jalan lagi,” ungkap Arief Firmansyah, pengunggah video. Kejadian ini menuai simpati dan keprihatinan dari banyak warganet, yang membanjiri kolom komentar dengan lebih dari 3.000 tanggapan.
Para pengguna media sosial ramai-ramai menyuarakan pentingnya kelengkapan fasilitas di tempat wisata, khususnya di Taman Wisata Candi Borobudur. Banyak yang memberikan saran konstruktif, seperti yang diutarakan oleh akun @yuzn4n1: “Saran aja bisakah disiapkan kereta keliling seperti di gembira loka khusus buat lansia ..disabilitas.. bumil.. atau utk keadaan yg urgent,”. Untungnya, pengunjung lansia tersebut akhirnya mendapatkan bantuan dan diantar menggunakan motor petugas hingga ke pintu keluar kawasan wisata.
Tanggapan Pengelola: Permohonan Maaf dan Komitmen Perbaikan
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, melalui akun Instagram resmi @borobudurpark, memberikan tanggapan. InJourney (Persero) selaku pengelola, menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan maaf atas kejadian yang menimpa pengunjung lansia.
“Kami mohon maaf atas keterlambatan respon dari tim kami. Hal tersebut tidak dapat kami tolerir apa pun alasannya,” tegas pernyataan dari akun @borobudurpark. Pengelola menekankan bahwa Candi Borobudur adalah destinasi yang sangat menjunjung tinggi prinsip inklusivitas. Mereka mengklaim telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi kelompok prioritas, termasuk lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa kami harus memperbaiki sistem informasi yang berlaku untuk memberikan bantuan secara cepat tanggap bagi mereka yang membutuhkan,” lanjut komentar balasan dari @borobudurpark. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran pengelola akan perlunya peningkatan layanan dan sistem responsivitas terhadap kebutuhan pengunjung.
Fasilitas yang Tersedia untuk Wisatawan Prioritas di Borobudur
Taman Wisata Candi Borobudur menguraikan beberapa fasilitas yang saat ini telah tersedia untuk wisatawan dari kelompok prioritas:
- Kursi Roda: Tersedia di beberapa titik penting, yaitu di simpul gate masuk, Manohara Borobudur Cultural Center, dan pusat informasi. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu pengunjung yang membutuhkan bantuan mobilitas.
- Kendaraan Listrik (EV): Pengelola menyediakan kendaraan listrik gratis yang beroperasi untuk umum dan kelompok prioritas. Kendaraan ini berkeliling selama jam operasional, yaitu mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, memberikan alternatif transportasi di dalam kawasan yang luas.
- Ambulans: Kesiapsiagaan layanan kesehatan juga menjadi prioritas, dengan ketersediaan ambulans yang siaga di pos layanan kesehatan dan kantor unit pengelola. Hal ini penting untuk penanganan kondisi darurat medis.
Ke depannya, Taman Wisata Candi Borobudur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan bahwa seluruh informasi mengenai ketersediaan fasilitas bagi wisatawan, terutama kelompok prioritas, dapat tersampaikan dengan baik dan mudah diakses.
Informasi Tiket Masuk Taman Wisata Candi Borobudur
Mengenai harga tiket masuk, Taman Wisata Candi Borobudur saat ini menetapkan tarif mulai dari Rp 25.000 per orang untuk wisatawan domestik.
- Tiket Pelataran Borobudur: Bagi pengunjung domestik yang ingin menikmati area pelataran atau halaman Candi Borobudur, dikenakan biaya sebesar Rp 25.000 per orang.
- Tiket Akses Naik ke Candi: Sementara itu, bagi pengunjung yang ingin naik hingga ke struktur Candi Borobudur, tarif tiket yang berlaku mulai dari Rp 75.000 per orang.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pengelola destinasi wisata untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan fasilitas guna memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh pengunjung, tanpa terkecuali.






