
Kesiapsiagaan Petugas Kebersihan Saat Cuaca Ekstrem
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa seluruh tempat penampungan sementara (TPS) di kota ini telah bebas dari sampah. Meski demikian, ia menyoroti pentingnya kesiapan petugas kebersihan dalam menghadapi kondisi darurat, terutama akibat cuaca ekstrem yang baru-baru ini terjadi.
Menurut Farhan, salah satu TPS di Cihampelas sempat terendam banjir saat sungai di sekitarnya meluap pada Minggu, 30 November 2025. Pada hari tersebut, banyak petugas kebersihan sedang berlibur karena tidak ada pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
“TPS saat ini sudah tidak ada penumpukan. Namun, setiap hari Minggu kami melakukan pengumpulan tanpa pengiriman, karena TPA ditutup mulai jam 05.00 hingga Senin jam 06.00,” jelas Farhan pada Senin, 1 Desember 2025.
Karena tidak ada pengangkutan sampah, petugas kebersihan yang bekerja pada hari Minggu hanya fokus pada pembersihan. Untuk mencegah kejadian serupa di TPS Cihampelas, Farhan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiagakan petugas saat kondisi darurat.
“Petugas yang piket dan standby di hari Minggu hanya fokus pada pembersihan. Namun, melihat situasi sekarang, saya memerintahkan DLH untuk mempersiapkan satu tim minimal yang responsif terhadap keadaan darurat di hari Minggu, termasuk satu tim pengangkutan,” ujarnya.
Farhan menjelaskan bahwa DLH memiliki banyak petugas kebersihan, terutama penyapu jalan yang jumlahnya hampir 800 orang. Para petugas ini kini telah mengalami penyesuaian jam kerja, dengan tujuan agar kebersihan kota lebih optimal.
“Mereka sudah mengikuti jam kerja baru, mulai jam 4 pagi. Namun, saya perhatikan, walaupun sudah dibantu pasukan gober (gojek bersih), yang sejak Sabtu kemarin sudah saya perintahkan menyesuaikan jam kerja dari jam 4 pagi, problemnya jumlahnya belum cukup,” katanya.
Farhan menilai, idealnya jumlah pasukan gober atau penyapu jalan ada 1.597 orang, sesuai dengan jumlah RW di Kota Bandung. Untuk itu, ia tengah berkoordinasi dengan DLH dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mencari peluang penambahan anggarannya.
“Harus (merekrut lagi), enggak ada jalan lain. Ini sudah ditambah jam kerjanya, masih keteteran, maka mesti ditambah jumlah penyapu jalan. Dengan demikian, yang perlu ditambah juga jumlah Satpol PP, mau nggak mau, itu berdampak soalnya,” ujarnya.
Penyesuaian Jam Kerja dan Keselamatan Petugas
Dengan jam kerja yang lebih dini, Farhan menegaskan bahwa aspek keselamatan petugas menjadi prioritas. Ia juga meminta DLH untuk mendesain rompi baru yang terang-benderang bagi pasukan gober, agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas.
“Karena pernah terjadi di daerah Ahmad Yani dan Jalan Nasution, penyapu jalan itu terserempet mobil. (Untuk rekrutan baru petugas gober), nanti kami umumkan bersama rekrutan untuk petugas pemilah dan pengolah sampah di RW-RW,” tambahnya.





