Rheo Fernandez Jabat Sekretaris DPC PDIP Solo Periode 2025-2030, Fokus Jaga Soliditas Partai
Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surakarta periode 2025-2030 telah resmi dilantik. Dalam susunan pengurus baru ini, nama Rheo Fernandez, putra dari FX Hadi Rudyatmo (mantan Ketua DPC PDIP Solo), muncul mengisi posisi Sekretaris. Keputusan ini menandai babak baru bagi Rheo dalam struktur partai, meskipun sebelumnya sempat diisukan akan menduduki jabatan Ketua DPC.
Sebelumnya, Rheo Fernandez sempat menjadi salah satu kandidat yang digadang-gadang akan memimpin DPC PDIP Solo. Ia bahkan telah melalui serangkaian proses seleksi yang melibatkan beberapa tokoh potensial lainnya. Namun, DPP PDIP memutuskan formasi kepengurusan yang berbeda. Kendati demikian, Rheo tetap mendapat kepercayaan untuk berkontribusi di partai berlambang banteng moncong putih di Kota Solo dengan menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris.
Pelantikan pengurus DPC PDIP Solo periode 2025-2030 dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025. Momen ini menjadi penanda dimulainya tugas dan tanggung jawab kepengurusan baru dalam memajukan partai di tingkat akar rumput.
Menyikapi posisinya yang baru, Rheo Fernandez menyatakan komitmennya untuk bekerja keras dan menjaga kekompakan di internal partai. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi, terutama dengan para senior partai yang dianggap sebagai sumber inspirasi dan pengalaman berharga.
“Kalau beliau sudah tidak masuk (dalam struktur resmi), beliau sebagai inspirator kita. Bagaimana langkah kita nanti,” ujar Rheo, Selasa (30/12/2025). Pernyataan ini menunjukkan kesadaran Rheo akan pentingnya menghargai peran dan kontribusi para kader senior, terlepas dari apakah mereka masih berada dalam struktur kepengurusan formal atau tidak.
Lebih lanjut, Rheo menegaskan bahwa para senior akan tetap dilibatkan dalam berbagai pengambilan keputusan strategis partai. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan arahan dan masukan yang konstruktif demi soliditas dan keberlanjutan perolehan suara PDIP di Surakarta. Rheo juga mengutip pernyataan Aria Bima, Ketua DPC PDIP Solo terpilih, yang menekankan bahwa meskipun tidak lagi berada dalam struktur resmi, kontribusi para senior tetap vital bagi partai.
“Tadi Pak Aria Bima juga menyampaikan di kepengurusan tidak tapi tetap di PDI Perjuangan untuk membantu perolehan di Surakarta,” tambahnya, menggarisbawahi semangat kebersamaan dalam membesarkan partai.
Struktur Kepengurusan DPC PDIP Solo Periode 2025-2030
Pelantikan pengurus DPC PDIP Solo periode 2025-2030 menyoroti sejumlah nama yang akan memegang amanah partai di kota tersebut. Berikut adalah susunan lengkap kepengurusan yang baru:
- Ketua: Aria Bima
- Sekretaris: Rheo Yuliana Fernandez
- Bendahara: Bambang Nugroho
- Wasekbid Internal: Budi Rahayu
- Wasekbid Program: Ernie Setiawati
- Wakil Bendahara: Restia Tenda Arsiwidiawati
- Wakabid Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan & Reformasi Birokrasi: Roro Indradi Sarwo Indah
- Wakabid Politik dan Reformasi Sistem Hukum Nasional: Joni Sofyan Erwandi
- Wakabid Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan: Sagita Puspita Wiranata
- Wakabid Kehormatan: YF Sukasno
- Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif: Budi Prasetyo
- Wakabid Kaderisasi dan Ideologi: Roy Saputra
- Wakabid Keanggotaan, Organisasi, dan Sumber Daya: Ahmad Akbar
- Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan, dan Anak: Ana Budiarti
- Wakabid Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi, dan UMKM: Sri Rahmani
- Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial: Ekya Sih Hananto
- Wakabid Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga: Tanu Kiswanto
- Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Sarah Dwi Indayanti
- Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital: Monique Dian Ayu
- Wakabid Pertanian, Pangan, Kehutanan, Lingkungan Hidup, dan Kelautan Perikanan: Ety Isworo
- Wakabid Hukum dan Advokasi: Suharsono
Dengan susunan kepengurusan yang baru ini, PDIP Solo diharapkan dapat terus memperkuat basisnya dan meraih hasil yang optimal dalam setiap kontestasi politik mendatang. Fokus pada koordinasi, kolaborasi, dan pelibatan seluruh elemen partai, termasuk para senior, menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan di masa depan.






