RSPTN Unila Terapkan Konsep Ramah Lingkungan, Jadi Pusat Riset Unggulan

Pembangunan RSPTN Unila dan IRC Dengan Konsep Ramah Lingkungan

Pembangunan fisik Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung (Unila) dan Integrated Research Center (IRC) digadang-gadang menggunakan konsep pembangunan ramah lingkungan (green building). Rumah sakit ini ditarget menjadi pusat pendidikan kedokteran, riset, dan pelayanan kesehatan.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unila Budi Sutomo mengungkapkan bahwa memasuki minggu ke-96 pelaksanaan proyek, progres fisik gedung utama RSPTN Unila kini berada pada tahap penyelesaian akhir dan ditarget mulai beroperasi pada Desember 2026 mendatang.

“Pada akhir tahun 2025, khususnya pada minggu ke-96 pelaksanaan proyek (mencakup periode dari 28 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026), kemajuan fisik konstruksi secara keseluruhan menunjukkan pencapaian yang signifikan. Progres fisik Gedung RSPTN mencapai kemajuan fisik lebih dari 90 persen. Pekerjaan yang tersisa difokuskan pada pekerjaan finalisasi dan penyelesaian,” ujar Budi, Minggu (25/1).

Selain bangunan utama gedung rumah sakit, ia menyebut fasilitas riset pendukung pun hampir rampung. “Gedung IRC telah memasuki tahap penyelesaian akhir, dengan aktivitas yang tersisa terbatas pada pekerjaan kecil dan penyesuaian akhir sesuai dengan spesifikasi teknis,” tambahnya.

Budi menjelaskan, RSPTN Unila sendiri berdiri di atas lahan dengan luas total bangunan mencapai 22.094,74 meter persegi yang terdiri dari satu lantai basement dan lima lantai utama. Ia merinci bahwa setiap lantai memiliki fungsi spesifik untuk menunjang layanan medis. Lantai basement terdiri dari ruang rekam medis, instalasi gizi, CSSD, dan laundry. Lalu lantai 1 ada ruang lobi, IGD, radiologi, laboratorium, farmasi dan rehab medik/fisioterapi. Di lantai 2 terdapat ruang nurse station, poliklinik/instalasi rawat jalan, ruang bermain anak, musala, dan roof garden. Lantai 3 ada ruang operasi, ruang persiapan dan pemulihan, ruang dokter, nurse station, dan ruang rawat care unit. Kemudian lantai 4 terdiri dari kamar rawat inap, ruang dokter, dan nurse station. Di lantai 5 ada kamar rawat inap, ruang dokter, dan nurse station.

Budi mengatakan, RSPTN Unila ditargetkan bakal beroperasi secara bertahap pada akhir tahun 2026. “Rencana layanan unggulan akan dimulai bertahap, menyesuaikan dengan kesiapan sumber daya dan sarana-prasarana. Estimasi RSPTN Unila akan mulai beroperasi pada bulan Desember 2026,” kata dia.

Salah satu keunggulan menonjol rumah sakit ini adalah penerapan konsep green building (ramah lingkungan) melalui fasilitas Wastewater Treatment Plant (WWTP) atau IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) untuk memenuhi standar efisiensi air dan pengelolaan limbah. “Karakteristik utama WWTP meminimalkan penggunaan listrik dan bahan kimia berbahaya melalui metode biologis seperti Rotating Biological Contactor (RBC) untuk mengelola limbah secara alami,” jelas Budi. Menggunakan BioHybrid System, pengelolaan limbah akan menggabungkan bakteri pengurai dalam media air (suspended growth) dan media tetap (fixed film growth) dan sistem non-listrik penggunaan teknologi desain pasif. “Teknologi ini dapat beroperasi tanpa energi listrik, sehingga menekan biaya operasional gedung,” ujar Budi.

Di samping itu, rumah sakit ini juga bakal dilengkapi fasilitas ramah anak dan disabilitas. “RSPTN Unila dilengkapi dengan fasilitas yang ramah anak dan disabilitas dengan menyediakan layanan umum yang dapat mengakomodir kemudahan pasien anak, lansia, dan disabilitas,” tandasnya.

Layanan Unggulan dan Kapasitas Pasien

RSPTN Unila menyiapkan sejumlah layanan unggulan menjelang beroperasi pada Desember 2026 mendatang. Rumah Sakit yang ditarget menjadi pusat pendidikan medis ini akan menyediakan kapasitas 100 tempat tidur pada tahap awal operasionalnya. Di samping itu, RSPTN Unila juga ditarget bakal melayani pasien peserta BPJS yang akan terintegrasi sepenuhnya pada tahun 2028 setelah melalui proses akreditasi.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unila, Budi Sutomo, mengatakan saat ini pihaknya sedang mematangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta sarana prasarana sebelum rumah sakit tersebut beroperasi. “Rencana layanan unggulan akan dimulai bertahap, menyesuaikan dengan kesiapan sumber daya dan sarana prasarana. Estimasi RSPTN Unila akan mulai beroperasi pada bulan desember 2026, dengan layanan unggulan bertahap,” Ujar Budi Sutomo, Minggu (25/1/2026).

Sejumlah layanan yang akan tersedia di awal beroperasi diantaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, rawat jalan umum dan spesialis, rawat inap, serta layanan penunjang medik. Selain itu ada juga layanan lain seperti farmasi, laboratorium, radiologi dan layanan penunjang non medik lainnya. Budi menjelaskan, RSPTN Unila juga bakal dilengkapi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi dan direncanakan dalam pengembangannya memiliki fasilitas telemedicine.

Adapun fasilitas telemedicine merupakan layanan kesehatan jarak jauh yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti telepon, video call, maupun aplikasi. “RSPTN UNILA akan memiliki Center of excellent mencakup layanan, Tropical Infection disease (penyakit infeksi tropis), Endocrine and metabolic, Geriatric (Lansia), dan Medical rehabilitation (Rehabilitasi medik),” kata Budi.

Terkait kapasitas pasien, RSPTN Unila menyiapkan total 100 tempat tidur di tahap awal, termasuk 13 di antaranya untuk perawatan intensif. “Total kapasitas tempat tidur adalah 100, termasuk diantaranya 13 TT untuk rawat intensif yang akan dibuka untuk pelayanan secara bertahap,” lanjutnya. Dia mengatakan, sistem pembagian kelas rawat inap RSPTN unila telah mengikuti paraturan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dimana ruang rawat inap maksimal berjumlah 4 tempat tidur dengan mengikuti aturan standar regulasi yang ditetapkan kementrian kesehatan.

Mengenai kesiapan manajemen, Budi menyebut proses rekrutmen sudah dimulai melalui rapat koordinasi lintas sektor. “Hasil dari rapat tersebut dilakukan Penyusunan Panduan dan Timeline rekrutmen SDM Top manajemen operasional RSPTN Unila. Detail teknis proses sedang dalam tahap review dari pihak kepegawaian Universitas Lampung,” tuturnya.


Pos terkait