Sambut Penerbangan Internasional Singapura-Belitung, BI Babel Sosialisasi QRIS Lintas Batas

Sosialisasi QRIS Cross Border untuk Persiapan Penerbangan Internasional Belitung

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BI Babel) mengadakan sosialisasi transaksi antarnegara kepada pelaku pariwisata di Kabupaten Belitung. Acara tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Ishak Zainudin, Pemkab Belitung, pada Jumat (24/4/2026). Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan sistem pembayaran QRIS Cross Border sebagai persiapan menyambut penerbangan internasional rute Singapura–Belitung yang akan dimulai pada 3 Mei 2026.

Deputi Kepala Perwakilan SPMIPUR BI Babel, Farid Tamsil, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam melayani wisatawan mancanegara. Ia menekankan bahwa Bank Indonesia memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku pariwisata di Kabupaten Belitung dalam rangka memperkenalkan QRIS Cross Border.

Menurutnya, kehadiran penerbangan langsung dari Singapura ke Belitung menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata daerah. Oleh karena itu, layanan QRIS Cross Border diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung.

Dalam acara sosialisasi tersebut, BI Babel mengundang pelaku restoran, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), general manager hotel, hingga perbankan. Tujuannya agar seluruh pelaku usaha memahami penggunaan QRIS Cross Border dan siap mengimplementasikannya di masing-masing merchant.

“Sehingga saat wisatawan mancanegara datang ke sini, mereka sudah siap menggunakan QRIS di masing-masing merchant, baik UMKM, hotel maupun restoran,” ujar Farid.

Keuntungan Penggunaan QRIS Cross Border

Farid menjelaskan bahwa melalui QRIS Cross Border, wisatawan mancanegara dapat langsung bertransaksi hanya dengan memindai barcode QRIS. Selain itu, pelaku usaha juga tidak perlu repot menghitung kurs mata uang saat melayani wisatawan.

“Misalnya membeli barang kerajinan seharga Rp10 ribu atau Rp100 ribu, maka nominal di aplikasi mereka akan otomatis terkonversi sesuai kurs pada hari itu,” jelas Farid.

Terkait implementasi di Bangka Belitung, Farid menyebut QRIS Cross Border saat ini telah diterapkan pada sejumlah usaha besar, namun untuk kesiapan UMKM masih terus didorong. Ia menambahkan bahwa QRIS yang sudah ada bisa digunakan untuk bertransaksi melalui semua bank, bahkan juga melalui penyedia jasa pembayaran.

Pengalaman di Negara Lain

Lebih lanjut, Farid mengatakan bahwa implementasi QRIS Cross Border telah lebih dahulu berjalan di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. “Jadi saat masyarakat Indonesia datang ke Singapura atau Malaysia, mereka sudah bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di negara tersebut,” katanya.

Peran Pelaku Wisata dan UMKM

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Belitung, Paryanta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan kanal pembayaran non-tunai sangat krusial dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan wisatawan. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk percepatan digitalisasi di area publik, khususnya Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung untuk mendukung ekosistem pembayaran modern.

“Untuk itu, melalui perannya para pelaku wisata diharapkan juga menjadi edukator juga fasilitator bagi para wisatawan mancanegara mengenai implementasi sistem pembayaran nontunai ini,” kata Paryanta.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan pelaku UMKM terhadap penggunaan transaksi nontunai. Sebab, pemanfaatannya memang terbukti memberikan rasa aman, nyaman, dan efisien, serta membuka dan memperluas akses pasar UMKM hingga ke pasar Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Mengingat pentingnya tujuan dari sosialisasi ini, saya mengajak seluruh peserta untuk menyimak dengan baik sehingga informasi yang diperoleh dapat diimplementasikan secara berkelanjutan,” tutur Paryanta.


Pos terkait