SDN 5 Buahan Pindah: Warga Gianyar Tak Mau PHP

Sekolah Dasar Negeri 5 Buahan Akan Pindah ke Lokasi Lebih Aman

Gianyar, Bali – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Buahan yang berlokasi di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, dipastikan akan segera dirobohkan dan dibangun ulang di lokasi baru yang lebih aman. Keputusan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar sebagai respons terhadap kondisi sekolah yang sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan siswa. Lokasi baru yang dipilih masih berada di kawasan Banjar Susut, namun berjarak sekitar 500 meter ke arah selatan dari bangunan lama.

Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Mawa, membenarkan rencana pemindahan sekolah ini. “Ya benar akan dipindah. Lokasi barunya masih di Banjar Susut, tapi letaknya berada di selatan banjar, kira-kira 500 meter (dari sekolah yang lama), untuk tahapan, teman di bidang sarpras yang pegang,” jelasnya. Keputusan ini disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat Banjar Susut, yang telah lama mengidamkan fasilitas pendidikan yang lebih memadai dan aman bagi anak-anak mereka.

Alasan di Balik Pemindahan Sekolah

Ada beberapa faktor krusial yang mendasari keputusan pemindahan SDN 5 Buahan:

  • Lokasi yang Tidak Aman: Bangunan sekolah saat ini berdiri tepat di pinggir jalan raya yang semakin padat. Seiring perkembangan zaman, kawasan tersebut kini dipenuhi oleh aktivitas kendaraan bermotor, baik milik warga maupun kendaraan pariwisata. Maraknya pembangunan akomodasi pariwisata seperti hotel dan penginapan di Banjar Susut turut meningkatkan volume lalu lintas, menciptakan lingkungan yang kurang kondusif dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa saat berangkat dan pulang sekolah.
  • Kondisi Bangunan yang Memprihatinkan: Dibangun pada tahun 1982, bangunan SDN 5 Buahan kini telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah akibat usia dan termakan waktu. Fondasi utama sekolah banyak yang sudah keropos, sehingga perbaikan menyeluruh menjadi suatu keharusan. Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar yang optimal.
  • Usulan Masyarakat yang Telah Lama Tertunda: Pemindahan SDN 5 Buahan bukanlah wacana baru. Masyarakat Banjar Susut telah lama menyuarakan aspirasi ini melalui berbagai forum musyawarah, mulai dari musyawarah dusun (musdus), musyawarah desa (musdes), hingga musyawarah kecamatan (muscam) Payangan. Namun, baru pada saat inilah rencana tersebut menunjukkan titik terang untuk direalisasikan.

Kelian Banjar Susut, I Wayan Sudiantara, mengungkapkan rasa syukurnya atas realisasi rencana ini. “Kita harap pemindahan ini benar-benar direalisasikan oleh Pemkab Gianyar. Pasalnya, sebelumnya kami sempat di PHP (diberi harapan palsu), sekolah dinyatakan pindah namun pemindahan tidak pernah direalisasikan,” ujarnya, menyoroti pengalaman pahit di masa lalu. Ia menambahkan bahwa selain faktor keamanan, kondisi bangunan yang sudah tua menjadi alasan kuat bagi masyarakat untuk mengusulkan pemindahan.

Pemanfaatan Lahan Eksisting dan Harapan Masa Depan

Pemindahan SDN 5 Buahan ke lokasi baru tidak hanya membawa manfaat langsung bagi dunia pendidikan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan lahan eksisting yang kini akan beralih fungsi. Lahan bekas sekolah tersebut rencananya akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan.

  • Pembangunan Wantilan: Salah satu usulan utama masyarakat adalah membangun wantilan (balai pertemuan) di lahan tersebut. Wantilan menjadi fasilitas krusial untuk berbagai kegiatan adat, pertemuan warga, dan acara keagamaan di Banjar Susut.
  • Fasilitas Ekspresi Seni: Selain itu, lahan ini juga diusulkan oleh para pemuda setempat saat reses anggota dewan untuk dijadikan ruang ekspresi seni. Kebutuhan akan lokasi yang representatif untuk pembuatan ogoh-ogoh, misalnya, sangat dirasakan. Dengan adanya lahan yang memadai, para seniman muda dapat mengembangkan kreativitas mereka dengan lebih baik.

Dengan adanya pemindahan sekolah ini, diharapkan tidak hanya kualitas pendidikan yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan masyarakat Banjar Susut secara keseluruhan dapat terangkat melalui penyediaan fasilitas umum yang memadai dan ruang-ruang untuk pengembangan potensi lokal. Keputusan Pemkab Gianyar ini menjadi angin segar bagi warga yang telah lama menanti perubahan demi masa depan generasi penerus yang lebih baik dan aman.

Pos terkait