Pegawai KKP yang Hilang Kontak di Maros Dikenal Aktif dan Peduli Lingkungan
Seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana, yang dilaporkan hilang kontak bersama pesawat ATR di Maros, Sulawesi Selatan, ternyata dikenal sebagai sosok yang aktif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan di tempat tinggalnya. Deden telah menempati sebuah rumah berlantai dua di Jalan Mesir II RW 10, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, selama kurang lebih lima tahun.
Syarif Usman, Ketua RW 10, menceritakan bahwa pertemuan terakhirnya dengan Deden terjadi pada Jumat pagi, 16 Januari 2026. Saat itu, Deden sedang bersiap untuk berangkat bertugas ke luar kota. Meskipun sempat menyapa, Syarif tidak menanyakan secara spesifik tujuan Deden bertugas.
“Saya baru tahu kabar pesawat yang dinaiki Deden hilang itu kemarin sore dari cucu saya. Kejadian kecelakaan pesawat ATR itu katanya terjadi sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar Syarif pada Minggu, 18 Januari 2026.
Menurut Syarif, Deden selalu aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diadakan di lingkungan tempat tinggalnya. Ia tak pernah ragu untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam kegiatan kerja bakti bersama warga lainnya.
Selain aktif dalam kegiatan sosial, Deden juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Ia pernah mengusulkan perbaikan fasilitas CCTV di area dekat tempat tinggalnya yang dilaporkan dalam kondisi rusak. “Soalnya CCTV di dekat sini lagi pada rusak, minta agar diperbaiki,” jelas Syarif.
Syarif menambahkan bahwa Deden, yang sering terlihat mengenakan kaos putih, gemar berkumpul di depan rumahnya untuk bersosialisasi dengan warga, terutama saat hari libur. Hal ini dikarenakan kesibukan Deden sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak memungkinkan baginya untuk berkumpul setiap hari.
“Nanti kalau jasadnya sudah ditemukan, baru saya akan bantu mengurus proses pemakamannya. Untuk saat ini, harapan saya adalah agar jasadnya segera dapat ditemukan,” pungkas Syarif dengan nada penuh harap.
Kronologi Hilangnya Pesawat ATR
Sebelumnya, sebuah pesawat jenis ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) yang melayani rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut disewa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan mengangkut total 11 orang. Rinciannya adalah delapan kru penerbangan dan tiga penumpang yang seluruhnya merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto, telah mengkonfirmasi bahwa tiga penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut adalah aparatur KKP. Ketiga pegawai KKP yang dimaksud adalah Deden, Ferry, dan Yoga.
Profil Singkat Deden Maulana
Deden Maulana, salah satu dari tiga penumpang KKP yang dilaporkan hilang, telah lama menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggalnya di Pasar Minggu. Selama lima tahun menetap di sana, ia telah membangun citra sebagai pribadi yang ramah, rajin, dan peduli.
- Aktivitas Sosial: Deden dikenal rajin mengikuti kegiatan kerja bakti dan kegiatan gotong royong lainnya yang diselenggarakan oleh warga.
- Kepedulian Lingkungan: Ia pernah menginisiasi perbaikan fasilitas CCTV yang rusak di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, menunjukkan perhatiannya pada keamanan dan kenyamanan bersama.
- Sosialisasi: Deden sering memanfaatkan waktu luangnya, terutama di hari libur, untuk bersosialisasi dengan tetangga di depan rumahnya.
Keberadaannya di lingkungan tersebut memberikan warna tersendiri bagi warga sekitar. Keaktifannya dalam berbagai kegiatan menunjukkan komitmennya sebagai warga yang bertanggung jawab.
Dampak Kehilangan dan Harapan Warga
Hilangnya kontak pesawat yang ditumpangi Deden dan rekan-rekannya tentu menimbulkan duka dan kecemasan mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar KKP, tetapi juga bagi para tetangga dan kerabat Deden. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan pertanyaan dan harapan besar agar ia dan seluruh penumpang lainnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Ketua RW 10, Syarif Usman, mewakili warga setempat, menyampaikan harapan agar proses pencarian berjalan lancar dan membuahkan hasil. Kehilangan sosok seperti Deden yang aktif dan berdedikasi tentu menjadi pukulan tersendiri bagi lingkungan tempat tinggalnya.
Pihak berwenang terus melakukan upaya pencarian intensif di lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya pesawat. Perkembangan lebih lanjut mengenai operasi pencarian ini akan terus dipantau dan dilaporkan. Keberadaan Deden dan seluruh penumpang lainnya menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan ini.





