Sembako Murah Pemprov Malut: Warga Aketobololo Tebus Rp50 Ribu

Gerakan Pangan Murah Pemprov Maluku Utara: Langkah Nyata Stabilkan Harga Jelang Akhir Tahun

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakatnya, terutama menjelang periode krusial pergantian tahun. Melalui inisiatif Gerakan Pangan Murah, Pemprov Malut berupaya memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mengendalikan laju inflasi. Langkah konkret ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya di masa-masa yang sering kali dibarengi dengan kenaikan harga.

Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah yang kembali digelar di Desa Aketobololo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, dan dihadiri oleh masyarakat setempat. Pelaksanaan program ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah upaya strategis untuk merespons pola kenaikan harga bahan pangan yang kerap terjadi menjelang momen-momen besar seperti Hari Raya Natal dan Idul Fitri, serta pergantian tahun.

Distribusi Paket Sembako Murah untuk Ribuan Keluarga

Melalui Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, pemerintah telah menyiapkan sebanyak 2.150 paket sembako murah. Total pasokan yang didistribusikan dalam gerakan ini mencapai 18 ton, menunjukkan skala program yang cukup signifikan. Paket-paket sembako ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan esensial rumah tangga, dengan komposisi yang mencakup:

  • Beras: Sebanyak 10 ton beras dengan merek “Beraskita” disalurkan. Beras merupakan komoditas pokok yang paling vital bagi masyarakat Indonesia, dan ketersediaannya dengan harga terjangkau menjadi prioritas utama.
  • Gula Pasir: Disediakan 4 ton gula pasir dengan merek “Gendis Multi Manis”. Gula menjadi salah satu bahan penting dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari, baik untuk konsumsi langsung maupun keperluan memasak.
  • Minyak Goreng: Alokasi 4.000 liter minyak goreng dengan merek “Minyakita” juga menjadi bagian dari paket ini. Minyak goreng adalah komoditas strategis lainnya yang permintaannya selalu tinggi.

Seluruh pasokan ini disalurkan langsung kepada masyarakat, memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Respons Terhadap Kenaikan Harga dan Inflasi

Kepala Dinas Pangan Maluku Utara, Dheni Tjan, menjelaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah ini merupakan respons langsung terhadap pola musiman kenaikan harga bahan pokok. “Setiap Natal dan bulan suci Ramadan, harga pangan biasanya melonjak. Karena itu, kehadiran pangan murah menjadi instrumen penting agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan tanpa terbebani,” ujar Dheni Tjan. Penjelasannya menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar bantuan, melainkan sebuah instrumen kebijakan yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, Dheni Tjan menggarisbawahi bahwa pengendalian harga pangan, khususnya untuk komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, serta kelompok rempah Bawang-Rica-Tomat (Barito), merupakan salah satu program unggulan dari duet kepemimpinan Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. “Pangan murah adalah bagian dari kebijakan besar Pemprov Malut untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terutama menjelang pergantian tahun,” tegasnya. Komitmen ini menunjukkan bahwa Pemprov Malut memiliki strategi yang komprehensif dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.

Harga Terjangkau dan Manfaat Langsung Dirasakan

Salah satu daya tarik utama dari Gerakan Pangan Murah ini adalah harga yang sangat terjangkau. Masyarakat berkesempatan untuk membeli satu paket sembako lengkap dengan harga hanya Rp50.000. Paket ini terdiri dari:

  • 5 kilogram beras
  • 2 kilogram gula pasir
  • 2 liter minyak goreng

Harga ini jelas jauh di bawah harga pasar normal untuk jumlah komoditas yang sama, memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi setiap penerima manfaat.

Antusiasme Masyarakat dan Dampak Positif

Pantauan di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini. Sejak pagi hari, warga Desa Aketobololo sudah memadati lokasi kegiatan, menunjukkan keinginan kuat untuk memanfaatkan kesempatan mendapatkan bahan pokok dengan harga miring. Hampir seluruh masyarakat yang hadir terlihat pulang dengan raut wajah gembira, membawa kantong belanja berisi kebutuhan pokok yang mereka peroleh.

Suasana di desa pun berubah menjadi lebih ceria, dipenuhi oleh canda, tawa, dan ungkapan rasa syukur. Hal ini menjadi gambaran nyata betapa program Gerakan Pangan Murah ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Aketobololo dan sekitarnya. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan kelegaan batin dan rasa optimisme di tengah tantangan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Pemprov Maluku Utara terus menunjukkan dedikasi dalam mengendalikan rantai pasok pangan melalui berbagai program yang secara langsung menyentuh kebutuhan fundamental masyarakat. Gerakan Pangan Murah ini adalah salah satu bukti nyata dari upaya berkelanjutan tersebut, yang berfokus pada kesejahteraan rakyat Maluku Utara.

Pos terkait