Dugaan Penganiayaan Brutal di Depok: Dua Korban Kritis, Oknum TNI AL Diduga Terlibat
Sebuah insiden penganiayaan yang mengerikan dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, meninggalkan dua orang korban dalam kondisi kritis. Peristiwa tragis ini diduga melibatkan seorang oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Mudi, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat dini hari, tepatnya sekitar pukul 04.30 WIB. Lokasi penganiayaan berada di dalam sebuah mobil boks yang terparkir di pinggiran sebuah gang di daerah tersebut.
Saat ditemukan oleh pihak berwajib, kedua korban, yang diidentifikasi dengan inisial WAT (24 tahun) dan DN (29 tahun), berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka ditemukan dalam keadaan kritis dan tak berdaya akibat luka-luka parah yang diderita.
“Kemudian karena luka-luka yang dideritanya, korban tersebut dibawa ke RS Brimob,” jelas AKP Made Mudi pada Minggu (4/12/2025).
Sayangnya, upaya medis yang dilakukan tidak mampu menyelamatkan nyawa salah satu korban. Setelah menjalani perawatan intensif, satu korban dilaporkan meninggal dunia, sementara korban lainnya masih dalam perawatan medis yang ketat untuk memulihkan kondisinya.
AKP Made Mudi juga mengonfirmasi bahwa salah satu terduga pelaku penganiayaan adalah seorang oknum anggota TNI AL dengan pangkat Sersan Dua (Serda). “Oknum tersebut sudah dibawa oleh POMAL (Pusat Polisi Militer),” tegasnya.
Keluarga korban telah mengambil langkah hukum dengan membuat laporan resmi mengenai dugaan penganiayaan ini di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Metro Depok. Pihak kepolisian menyatakan akan segera melakukan pemeriksaan terhadap para saksi untuk mengungkap seluruh kronologi kejadian.
Penanganan Kasus dan Keterlibatan Militer
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, turut membenarkan keterlibatan oknum anggotanya dalam kasus ini. Ia menyatakan bahwa TNI AL melalui Polisi Militer (PM) Kodaeral III telah berhasil mengamankan terduga pelaku, yaitu Serda M.
Proses hukum terhadap Serda M kini tengah berjalan. Berkas perkara terkait insiden ini juga telah diterima oleh POMAL dari Polsek Cimanggis, menandakan adanya koordinasi antara pihak kepolisian sipil dan militer dalam penanganan kasus ini.
Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan bahwa Serda M sedang menjalani pemeriksaan intensif sesuai dengan hukum militer atas perbuatannya.
TNI AL menyatakan keprihatinan mendalam atas terjadinya insiden ini. Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa proses hukum yang dijalankan akan berjalan secara transparan dan profesional. Pihak TNI AL juga berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas untuk memberikan keadilan bagi para korban dan keluarganya.
“TNI AL menyayangkan terjadinya insiden ini dan menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional serta akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” ujar Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu (4/1/2026).
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya penegakan hukum yang adil dan akuntabel, baik bagi warga sipil maupun anggota militer. Harapannya, investigasi yang mendalam akan segera mengungkap seluruh fakta di balik kejadian tragis ini dan memberikan keadilan yang semestinya.
Kronologi Singkat Kejadian:
- Waktu Kejadian: Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
- Lokasi Kejadian: Di dalam mobil boks yang terparkir di pinggiran Gang Swadaya Emas, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.
- Korban: Dua orang, berinisial WAT (24) dan DN (29).
- Kondisi Korban Saat Ditemukan: Kritis dan tidak berdaya.
- Penanganan Korban: Dibawa ke RS Brimob.
- Akibat: Satu korban meninggal dunia, satu korban masih dalam perawatan intensif.
- Terduga Pelaku: Oknum anggota TNI AL berpangkat Sersan Dua (Serda).
- Penanganan Pelaku: Diamankan oleh POMAL.
- Langkah Hukum: Keluarga korban telah membuat laporan di Polres Metro Depok. Berkas perkara dilimpahkan ke Polsek Cimanggis dan kini ditangani oleh POMAL.





