Solok Selatan Rayakan HUT ke-22 dengan Tiga Pilar Utama: Edukasi, Budaya, dan Ekonomi
Kabupaten Solok Selatan merayakan ulang tahunnya yang ke-22 dengan serangkaian acara yang berfokus pada tiga pilar utama: penguatan edukasi bagi generasi muda, pelestarian warisan sosial dan budaya, serta revitalisasi ekonomi lokal. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang daerah, tetapi juga momentum untuk memperkokoh fondasi pembangunan di masa depan.
Pembukaan resmi rangkaian peringatan dilakukan oleh Bupati Solok Selatan, Khairunas, didampingi oleh Ketua TP-PKK Solok Selatan, Ny. Erniati Khairunas. Momentum bertambahnya usia kabupaten menjadi waktu yang strategis untuk mengevaluasi pencapaian dan merencanakan langkah-langkah ke depan. Khairunas menekankan bahwa usia 22 tahun merupakan bukti perjalanan kolektif yang dinamis sejak pemekaran wilayah.
“Angka 22 tahun ini adalah perjalanan kolektif. Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh pihak, daerah ini terus tumbuh. Rangkaian kegiatan yang kita mulai hari ini tidak hanya tentang perayaan, tetapi memberikan nilai tambah bagi ekonomi dan pendidikan warga,” ujar Bupati Khairunas. Ia menambahkan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah dirasakan masyarakat merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menjaga Identitas Budaya di Era Modern
Pemerintah daerah Solok Selatan sangat menyadari pentingnya menjaga identitas budaya sebagai jangkar di tengah derasnya arus modernisasi. Hal ini tercermin dalam berbagai agenda yang telah disusun, yang secara khusus dirancang untuk membangkitkan kembali rasa bangga masyarakat terhadap akar budaya lokal mereka.
Beberapa kegiatan budaya yang menjadi sorotan antara lain:
- Parade Baju Adat: Menampilkan kekayaan busana tradisional dari berbagai etnis dan adat yang ada di Solok Selatan, menunjukkan keberagaman dan keindahan warisan leluhur.
- Pawai Kebudayaan: Sebuah perayaan visual yang menampilkan berbagai unsur budaya, mulai dari musik, tarian, hingga peragaan tradisi adat, melibatkan partisipasi aktif dari berbagai nagari dan komunitas.
- Penampilan Kesenian Anak Nagari: Memberikan panggung bagi generasi muda untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka dalam berbagai bentuk kesenian tradisional, memastikan kelangsungan warisan budaya dari generasi ke generasi.
Selain aspek budaya, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan kompetisi Cerdas Quran. Program ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pembangunan intelektual masyarakat Solok Selatan tetap berakar pada nilai-nilai religius, sejalan dengan semangat pendidikan yang inklusif dan holistik.
Penguatan Ekonomi Lokal Melalui UMKM
Sektor ekonomi lokal juga mendapatkan perhatian khusus dalam perayaan HUT ke-22 ini. Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu panggung utama yang disiapkan. Melalui pameran ini, pemerintah daerah berupaya untuk memperpendek rantai distribusi dan mempertemukan langsung antara produsen lokal dengan para konsumen.
Kehadiran berbagai produk asli Solok Selatan di stan-stan pameran diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perputaran roda ekonomi di tingkat lokal. Diharapkan, selama sepekan perayaan berlangsung, transaksi ekonomi yang terjadi dapat memberikan keuntungan bagi para pelaku UMKM dan memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
Merajut Empati dan Kepedulian Sosial
Di tengah kemeriahan perayaan, Solok Selatan tidak melupakan saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah. Bencana alam yang baru-baru ini melanda beberapa wilayah di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan beberapa titik di Sumatera Barat, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ny. Erniati Khairunas menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-22 kali ini disisipkan pesan empati yang mendalam. Masyarakat diajak untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga merenungkan dan memberikan dukungan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah. Hal ini menjadi penegasan bahwa Solok Selatan adalah bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa masyarakat Solok Selatan adalah masyarakat yang peduli. Kita hadir untuk berempati dan berbagi rasa dengan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di provinsi tetangga,” ungkap Ny. Erniati Khairunas.
Sebagai wujud nyata dari kepedulian tersebut, rangkaian acara peringatan akan ditutup dengan sebuah kegiatan yang sangat bermakna, yaitu “Malam Peduli Bencana Sumatera”. Acara penutup ini akan dilaksanakan beriringan dengan kegiatan Tabligh Akbar yang dijadwalkan pada Rabu, 7 Januari 2026. Acara pamungkas ini diproyeksikan menjadi wadah pengumpulan donasi, doa bersama, dan penyaluran bantuan bagi para korban bencana alam.
Bupati Khairunas turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Namun, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, dan terutama kebersihan fasilitas publik selama acara berlangsung.
Perpaduan antara kemeriahan pesta rakyat, penguatan sektor ekonomi, serta aksi kemanusiaan yang tulus, menjadikan peringatan HUT ke-22 Kabupaten Solok Selatan ini sebagai sebuah refleksi baru. Ini adalah wajah Solok Selatan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nurani, kecerdasan kolektif, dan rasa kepedulian warganya.






