Ratusan warga yang mengidentifikasi diri sebagai bagian dari Somaliland menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menolak pengakuan kedaulatan dari Israel. Demonstrasi ini, yang dimotori oleh suku Samaroon di Somaliland, secara tegas menyatakan penolakan terhadap pengakuan Israel dan menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap Palestina. Dalam rekaman video yang beredar, massa berkumpul dengan mengibarkan bendera Palestina, seraya meneriakkan slogan-slogan dukungan untuk Palestina.
Aksi protes ini bukan hanya terjadi di satu titik. Puluhan ribu warga Somalia di berbagai wilayah negara tersebut juga turut serta dalam demonstrasi serupa pada hari yang sama, memprotes keputusan Israel yang mengakui wilayah Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. Di Mogadishu, ibu kota Somalia, ribuan massa memadati stadion utama. Aksi ini dipimpin oleh para tokoh agama terkemuka yang secara lantang mengutuk pengakuan Israel dan menyerukan persatuan nasional demi mempertahankan integritas teritorial Somalia.
Gelombang protes meluas ke berbagai kota lain, termasuk Baidoa, Guriel, Dhusamareeb, Lasanod, dan Buhoodle. Di setiap kota tersebut, para pengunjuk rasa menyuarakan penolakan terhadap pengakuan Israel dan mengibarkan bendera Somalia sebagai simbol kedaulatan dan persatuan. Gabungan aksi protes ini tercatat sebagai demonstrasi terbesar yang pernah terjadi sejak deklarasi pengakuan Israel.
Pengakuan Israel terhadap Somaliland
Sebelumnya, pada Jumat (26/12/2025), Israel secara resmi mengumumkan pengakuannya terhadap Somaliland sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pihaknya telah menandatangani sebuah deklarasi bersama yang akan membuka jalan bagi hubungan diplomatik penuh antara kedua negara. Netanyahu menggambarkan langkah ini sebagai manifestasi dari semangat Kesepakatan Abraham, sebuah inisiatif yang dimediasi oleh Amerika Serikat untuk menjalin hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menambahkan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari dialog ekstensif yang telah berlangsung selama setahun penuh antara kedua negara. Ia menekankan komitmen kedua belah pihak untuk bekerja sama dalam memperkuat hubungan antar negara dan bangsa, meningkatkan stabilitas regional, serta mendorong kemakmuran ekonomi.
Reaksi Internasional dan Regional
Pengakuan Israel terhadap Somaliland memicu reaksi keras dari berbagai negara. Somalia, Mesir, Turkiye, dan Djibouti secara tegas mengecam keputusan Israel tersebut. Negara-negara ini menegaskan kembali dukungan mereka terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah Somalia. Lebih dari 20 negara lainnya juga menyatakan pandangan serupa, menganggap pengakuan Israel sebagai serangan terhadap kedaulatan negara di Afrika Timur tersebut.
Latar Belakang Somaliland
Somaliland sendiri telah mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1991, menyusul perang saudara yang melanda Somalia dan menyebabkan negara tersebut menjadi negara yang gagal. Meskipun Somaliland telah beroperasi sebagai negara de facto dengan pemerintahan dan institusi sendiri, wilayah ini belum mendapatkan pengakuan internasional yang luas. Hingga saat ini, hanya Taiwan yang secara resmi mengakui Somaliland, namun Taiwan sendiri bukanlah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ethiopia, yang memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan Somaliland, juga belum memberikan pengakuan kedaulatan resmi. Wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini memiliki populasi lebih dari 3 juta jiwa.
Somalia terus memandang Somaliland sebagai bagian integral dari wilayah kedaulatannya. Di sisi lain, Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdillahi, telah menetapkan pengakuan internasional sebagai prioritas utama dalam agenda nasionalnya. Pengakuan dari Israel ini menjadi titik krusial dalam upaya Somaliland untuk mendapatkan legitimasi di mata dunia.





