Sukses Nol Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sukra: Bukti Sinergi dan Komitmen Kesehatan Berkelanjutan
Kinerja sektor kesehatan di tingkat kecamatan kembali menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Kecamatan Sukra, yang terletak di Kabupaten Indramayu, berhasil mencatatkan sebuah prestasi monumental dengan menekan angka kematian ibu bersalin (AKI) hingga nol kasus sepanjang tahun 2025. Pencapaian luar biasa ini menjadi penanda langkah maju yang signifikan dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Keberhasilan menorehkan angka nol kematian ibu bersalin bukanlah sebuah kebetulan atau hasil instan. Prestasi gemilang ini merupakan buah dari kerja keras, kolaborasi lintas sektor yang konsisten, dan komitmen yang kuat dari berbagai elemen. Sinergi yang terjalin erat mulai dari pemerintah kecamatan, jajaran Puskesmas Sukra, seluruh tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), hingga partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya responsif tetapi juga berkelanjutan.
Komentar Pihak Kecamatan: Kebanggaan dan Tantangan ke Depan
Camat Sukra, Sigit Widiyanto, yang akrab disapa Joey, menyampaikan rasa bangganya yang mendalam atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian ini. Menurutnya, target nol kematian ibu bersalin merupakan indikator keberhasilan bersama yang patut diapresiasi dan dirayakan. Ia menekankan bahwa upaya ini tidak hanya bergantung pada keahlian dan dedikasi tenaga medis, tetapi juga sangat ditopang oleh dukungan sosial yang kuat di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 Kecamatan Sukra berhasil mencatatkan angka kematian ibu bersalin nol. Ini merupakan capaian yang sangat luar biasa dan menjadi hasil dari sinergi semua pihak,” ujar Sigit Widiyanto pada Jumat, 2 Januari 2026.
Joey menegaskan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat memegang peranan kunci dalam keberhasilan ini. Ia menilai, tanpa pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, persalinan yang aman di fasilitas kesehatan yang memadai, serta pemantauan kondisi pasca melahirkan, target maksimal seperti nol AKI tidak mungkin dapat diraih.
Namun demikian, Sigit Widiyanto mengingatkan agar pencapaian luar biasa ini tidak membuat semua pihak menjadi berpuas diri. Ia menyadari bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam upaya menekan angka kematian bayi (AKB) yang hingga kini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
“Capaian ini harus terus ditingkatkan. Ke depan, selain mempertahankan nol kematian ibu bersalin, kami juga fokus menekan angka kematian bayi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan nol AKI tidak terlepas dari penguatan pelayanan kesehatan dasar yang telah dilakukan secara intensif. Pendampingan ibu hamil dilakukan secara komprehensif sejak awal kehamilan, termasuk deteksi dini terhadap kehamilan yang berisiko tinggi. Setiap potensi komplikasi ditangani dengan respons cepat melalui koordinasi yang solid antara tenaga kesehatan dan penerapan sistem rujukan yang jelas dan efektif.
Peran Puskesmas Sukra: Pendekatan Promotif dan Preventif yang Berkelanjutan
Senada dengan pandangan Camat Sukra, Kepala Puskesmas Sukra, dr. Rossy Damayanti, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari penerapan pendekatan promotif dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur. Sepanjang tahun 2025, Puskesmas Sukra mencatat telah memberikan pelayanan kesehatan kepada total 561 ibu hamil yang tersebar di seluruh desa di Kecamatan Sukra.
“Kami terus memperkuat skrining ibu hamil, pendampingan kehamilan berisiko, pelayanan persalinan yang aman, serta koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa. Peran bidan, kader, dan keluarga sangat menentukan keberhasilan ini,” jelas dr. Rossy.
Menurutnya, kehadiran bidan desa dan kader kesehatan yang berada langsung di tengah masyarakat menjadi ujung tombak yang sangat krusial dalam memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan yang memadai dan komprehensif. Edukasi yang digencarkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pola hidup sehat selama kehamilan, pengenalan tanda-tanda bahaya kehamilan, hingga penekanan pentingnya persalinan yang dilakukan di fasilitas kesehatan.
Memasuki tahun 2026, Puskesmas Sukra berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. Upaya-upaya strategis yang akan dilakukan meliputi:
- Peningkatan kualitas edukasi bagi ibu hamil, mencakup informasi terkini mengenai kesehatan kehamilan dan persalinan.
- Optimalisasi sistem rujukan, memastikan ibu hamil dengan kondisi berisiko tinggi dapat segera mendapatkan penanganan di fasilitas yang lebih memadai.
- Penguatan peran serta masyarakat, mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi sejak dini.
“Target kami bukan hanya mempertahankan nol kematian ibu bersalin, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh. Kematian bayi tetap menjadi perhatian serius kami,” tegas dr. Rossy.
Sukra Menjadi Inspirasi: Bukti Nyata Pembangunan Kesehatan Berkelanjutan
Dengan pencapaian luar biasa ini, Kecamatan Sukra diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi berharga bagi kecamatan lain, khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu. Keberhasilan menekan angka kematian ibu bersalin hingga nol kasus membuktikan secara nyata bahwa dengan sinergi yang kuat, komitmen yang tak tergoyahkan, dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, target pembangunan kesehatan yang ambisius dapat dicapai secara nyata dan berkelanjutan.
Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih baik dan memberikan perlindungan optimal bagi ibu dan anak.





