Susi Pudjiastuti Diusulkan Jadi Komisaris Utama Bank BJB



BANDUNG – Nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, muncul sebagai calon Komisaris Utama Bank BJB. Pengusulan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB Tahun Buku 2026 yang berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung, pada Selasa (28/4/2026).

RUPST yang dipimpin oleh pemegang saham pengendali, yaitu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, tidak hanya membahas perubahan kepengurusan Bank BJB, tetapi juga menjelaskan rencana penunjukan dua posisi penting, yaitu komisaris dan direktur utama.

Kabiro BUMD, Investasi, dan Administrasi Pembangunan (BIA) Setda Jabar, Denny Hermawan, mengonfirmasi bahwa Bu Susi akan diajukan sebagai kandidat Komisaris Utama Bank BJB. Ia menyebutkan bahwa rencana ini akan didampingi oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Bapak Eydu Oktain Panjaitan.

“Betul Bu Susi. Rencananya akan didampingi Pak Eydu,” ujar Denny saat berada di lokasi RUPST.

Menurut Denny, nama Bu Susi dan Eydu akan diajukan secara resmi dalam agenda RUPST yang fokus pada perubahan kepengurusan.

“Nanti dibahas bersama-sama pemegang saham yang lain ya. Karena ini belum berlaku efektif kan ya. Baru pencalonan ya,” katanya.

Setelah ditetapkan dalam RUPST, nama-nama komisaris dan direksi akan diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk proses pemeriksaan fit and proper.

“Karena harus ada fit and proper oleh OJK, setelah itu ditetapkan,” paparnya.

Denny memastikan bahwa pengusulan nama Bu Susi bukan hanya berasal dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, tetapi merupakan kesepakatan bersama dari para pemegang saham.

“Diusulkan pemegang saham sih. Oke. Yang jelas pemegang saham,” katanya.

Bu Susi sendiri yang ditemui di lokasi RUPST enggan memberikan tanggapan terkait rencana pencalonannya.

“Nanti saja,” ujarnya singkat.

Proses Penetapan Komisaris Utama Bank BJB

Proses penetapan komisaris utama dan direktur utama Bank BJB melibatkan beberapa tahapan penting. Pertama, usulan dari pemegang saham akan dibahas dalam RUPST. Setelah itu, nama-nama yang diajukan akan diajukan ke OJK untuk dilakukan pemeriksaan fit and proper.

Berikut adalah langkah-langkah yang biasanya dilalui:

  • Pengajuan oleh pemegang saham

    Usulan nama-nama komisaris dan direksi diajukan oleh pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  • Pembahasan dalam RUPST

    Nama-nama yang diajukan akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Proses ini bertujuan untuk menentukan apakah usulan tersebut layak atau tidak.

  • Pemeriksaan oleh OJK

    Setelah usulan disetujui, nama-nama tersebut akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan pemeriksaan fit and proper guna memastikan kelayakan calon.

  • Penetapan akhir

    Setelah lulus pemeriksaan OJK, nama-nama komisaris dan direksi akan ditetapkan secara resmi.

Peran Komisaris Utama dalam Bank BJB

Komisaris Utama memiliki peran penting dalam menjaga kepentingan pemegang saham dan memastikan kinerja bank berjalan secara optimal. Beberapa tugas utama komisaris antara lain:

  • Membuat kebijakan strategis

    Komisaris utama bertanggung jawab atas pengambilan keputusan strategis yang berkaitan dengan arah pengembangan bank.

  • Memantau kinerja manajemen

    Komisaris juga bertugas untuk memantau kinerja manajemen bank agar sesuai dengan tujuan dan visi perusahaan.

  • Mempertahankan transparansi dan akuntabilitas

    Komisaris wajib memastikan bahwa seluruh operasional bank berjalan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya pengusulan Bu Susi sebagai komisaris utama, diharapkan Bank BJB dapat semakin berkembang dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Pos terkait