Prabowo Copot Kepala BGN, Dadan Hormati Kepresidenan

Pergantian Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Memicu Perombakan

Pemerintah secara resmi melakukan pergantian pada jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi dan pemantauan yang mendalam terhadap pelaksanaan program unggulan, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah berjalan selama kurang lebih satu setengah tahun. Pergantian ini mencakup posisi Kepala BGN beserta dua wakil kepala, menandakan adanya dorongan untuk penyegaran dan peningkatan efektivitas dalam implementasi program-program gizi nasional.

Dadan Hindayana Mengakui Hak Prerogatif Presiden

Dadan Hindayana, mantan Kepala Badan Gizi Nasional, memberikan pandangannya terkait pencopotan dirinya dari jabatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pergantian pimpinan di lembaga Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif mutlak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” ujar Dadan kepada awak media pada hari Rabu, 3 Juni.

Dadan mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang pernah diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menilai kesempatan tersebut sebagai sebuah pengalaman berharga yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kepercayaan untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih dianggapnya sebagai sebuah kehormatan tersendiri. Ia juga menyampaikan doa tulus agar pemerintahan Prabowo dapat berjalan sukses dan membawa kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Insya Allah beliau akan sukses memimpin bangsa Indonesia dan membawa kesejahteraan pada seluruh masyarakat,” imbuhnya, menunjukkan optimisme terhadap arah kepemimpinan nasional.

Selain itu, Dadan Hindayana turut menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan baru yang ditunjuk untuk memegang estafet kepemimpinan di BGN. Ia berharap agar kepemimpinan yang baru ini dapat lebih memperkuat kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Insya Allah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat untuk seluruh penerima manfaat,” pungkasnya, memberikan dukungan moral bagi para penggantinya.

Struktur Kepemimpinan Baru BGN

Keputusan perombakan pimpinan BGN diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Kantor Presiden RI, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa malam, 2 Juni 2026.

Pergantian ini menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Dengan demikian, struktur kepemimpinan baru ini diharapkan dapat membawa energi dan perspektif baru dalam menjalankan amanah BGN.

“Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi saat mengumumkan keputusan tersebut.

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Pemicu

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa langkah pergantian pimpinan BGN ini merupakan hasil dari evaluasi dan pemantauan mendalam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama hampir satu setengah tahun. Pemerintah menilai bahwa evaluasi ini penting untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program yang menyentuh langsung kebutuhan gizi masyarakat.

Pemerintah memiliki harapan besar bahwa dengan kepemimpinan yang baru, efektivitas program MBG dapat semakin diperkuat. Selain itu, peningkatan koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam pelaksanaannya di tingkat daerah juga menjadi fokus utama. Koordinasi yang solid antar berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah diharapkan dapat meminimalkan hambatan dan memaksimalkan dampak positif dari program-program gizi yang dijalankan.

“Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” tegas Prasetyo Hadi.

Harapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas asupan gizi, jangkauan penerima manfaat, hingga efisiensi anggaran dan sumber daya yang digunakan. Dengan adanya penyegaran kepemimpinan dan penekanan pada evaluasi program, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa BGN dapat menjalankan fungsinya secara optimal dalam mewujudkan gizi yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pos terkait