
Jawa Timur Siap Hadapi Lonjakan Permintaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026
Jawa Timur telah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan permintaan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 2026. Ketersediaan sapi melimpah dan surplus hingga 558 ribu ekor, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan hewan kurban.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa total proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jatim mencapai 427.060 ekor. Rincian tersebut terdiri dari sapi sebanyak 70.550 ekor, kambing 297.900 ekor, domba 58.600 ekor, dan kerbau 10 ekor.
“Proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jatim tahun ini surplus dibandingkan dengan ketersediaannya. Alhamdulillah kondisi sapi kita sehat dan besar, bahkan di Nganjuk ada yang bobotnya lebih dari 1 ton,” ujar Gubernur Khofifah dalam pernyataannya, Senin (4/5).
Hingga saat ini, kebutuhan sapi kurban di Jawa Timur diperkirakan mencapai 70.550 ekor. Sementara itu, jumlah ketersediaan sapi menembus 629.119 ekor, sehingga terdapat kelebihan sekitar 558.569 ekor.
Untuk kambing, kebutuhan diproyeksikan sebesar 297.900 ekor. Namun stok yang tersedia mencapai 940.693 ekor, membuat jumlahnya jauh melampaui kebutuhan dengan surplus sebanyak 642.793 ekor.
Kondisi serupa juga terjadi pada hewan domba. Dari kebutuhan sekitar 58.600 ekor, persediaan yang ada di Jawa Timur mencapai 484.468 ekor, sehingga terdapat kelebihan stok atau surplus sebanyak 452.868 ekor.
Sementara itu, kerbau memiliki kebutuhan yang sangat kecil, yakni hanya 10 ekor. Dengan ketersediaan mencapai 1.698 ekor, jumlah tersebut menghasilkan surplus sebanyak 1.688 ekor.
“Kondisi ini menunjukkan Jawa Timur surplus cukup signifikan di seluruh jenis ternak kurban. Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, sekali lagi, siap menopang provinsi lain,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi cukup, sehat, serta bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).
“Ternak kurban di Jawa Timur tersedia untuk mencukupi kebutuhan kurban dan terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan ternak,” pungkas Khofifah.




