Tim SAR Terjang Pusaran Laut, Sisir 15 Mil

Pencarian Tiga Warga Negara Spanyol di Labuan Bajo Berlanjut, Arus Kuat Jadi Tantangan Utama

Tim SAR Gabungan terus mengerahkan segala upaya dalam operasi pencarian tiga warga negara asing asal Spanyol yang dilaporkan hilang setelah tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Ketiga WNA tersebut adalah Fernando Martin, yang dikenal sebagai pelatih tim Valencia Putri B, beserta kedua anaknya. Hingga kini, keberadaan mereka belum juga terdeteksi, menambah ketegangan mengingat waktu pencarian yang semakin menipis.

Operasi pencarian memasuki hari kesembilan pada Sabtu, (3/12/2025). Tim SAR Gabungan dihadapkan pada kondisi laut yang cukup menantang. Perairan Selat Padar, yang memisahkan Pulau Serai dan Pulau Rinca, menjadi lokasi utama upaya pencarian hari ini. Karakteristik selat ini yang dikenal seringkali memiliki pusaran air laut dan arus yang sangat kencang, memerlukan kewaspadaan dan keahlian ekstra dari tim yang bertugas.

Para personel SAR harus berjuang keras melewati buih yang mendidih di tengah lautan. Speedboat Basarnas yang digunakan dalam operasi ini harus mampu bertahan dan bermanuver di tengah pusaran air yang dinamis. Sejak pukul 07.00 WITA, speedboat Basarnas berwarna oranye telah kembali menyisir titik koordinat terakhir tenggelamnya KM Putri Sakinah.

Namun, hingga siang hari, belum ada tanda-tanda keberadaan bangkai kapal maupun para korban yang ditemukan. Oleh karena itu, tim memutuskan untuk memperluas area penyisiran ke arah utara Pulau Serai dan Pulau Rinca.

Strategi Pencarian dan Kondisi Lapangan

Kepala Pos Basarnas Labuan Bajo, Edy Suryono, yang memimpin langsung jalannya penyisiran, memberikan arahan kepada nahkoda speedboat untuk terus bergerak dan memantau area perairan utara. “Kita lanjutin terus ya sambil pantau kiri dan kanan, tetap kita lakukan penyisiran,” ujar Edy Suryono, menekankan pentingnya cakupan area yang luas dalam pencarian ini.

Speedboat melaju di bawah kendali Ferdi, salah satu anggota Basarnas Labuan Bajo. Perjalanan mereka melewati area yang ditandai dengan pusaran air laut, sebuah indikasi kuat adanya pertemuan arus yang sangat deras. Semakin jauh menyisiri laut, tim bahkan mencapai jarak 13 mil dari titik awal, tepatnya di perairan Gili Lawa, yang terletak di antara Gili Darat dan Gili Laut.

“Saat ini kita sudah jauh sekali, sampai 13 mil. Nanti kita balik lagi ke selatan pun sama, jaraknya antara 13 sampai 15 mil,” jelas Edy Suryono, menggambarkan luasnya area yang telah dan akan disisir.

Komposisi Tim dan Dukungan Logistik

Dalam speedboat Basarnas yang beroperasi, terdapat beberapa personel kunci. Selain Kepala Pos Basarnas Labuan Bajo, Edy Suryono, dan dua personel Basarnas lainnya, turut serta KBO SatPolairud Polres Manggarai Barat, IPDA Hendro Manurung. Selain itu, ada pula satu personel Barhakam Polri, tiga personel PHC (Pelabuhan dan Kelautan), serta dua awak media yang mendokumentasikan upaya pencarian ini.

Untuk memastikan kelancaran operasi, Tim SAR Gabungan membawa serta perbekalan berupa makanan ringan dan minuman. Upaya maksimal terus dilakukan mengingat sisa waktu perpanjangan pencarian terhadap korban KM Putri Sakinah kini hanya menyisakan satu hari lagi. Situasi ini tentu menambah tekanan bagi seluruh tim yang terlibat dalam pencarian yang penuh tantangan ini.

Pos terkait