TNI Turunkan Alat Berat Bersihkan Kayu di Geudumbak

TNI dan Kemhan RI Bantu Bersihkan Kayu yang Menutup Akses Jalan di Aceh Utara

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bersama Mabes TNI mengerahkan puluhan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu yang menutupi akses jalan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas kondisi lingkungan yang terganggu akibat banjir dan derasnya arus sungai beberapa waktu lalu.

Alat Berat Dikerahkan untuk Mempercepat Pembersihan

Menurut Kapendam Iskandar Muda, Kolonel Infanteri Teuku Mustafa Kamal, total puluhan unit alat berat dikerahkan dalam operasi pembersihan ini. Alat-alat tersebut terdiri dari berbagai jenis seperti beko biasa, beko capit, dan doser yang digunakan untuk mempercepat proses pengangkutan dan penataan kayu di sepanjang akses jalan desa.

“Dengan selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan akses jalan dapat kembali normal,” ujar Mustafa.

Tumpukan Kayu Mengganggu Aktivitas Masyarakat

Tumpukan kayu sisa banjir yang menutupi sejumlah titik, khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng, sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Mobilisasi Alat Berat Dimulai Sejak Awal Pekan

Mobilisasi alat berat dilakukan sejak Sabtu (24/1/2025) pagi, dari titik penampungan menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Geudumbak, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama para operator langsung melaksanakan pekerjaan pengangkutan, penataan, dan pembersihan kayu yang menutupi badan jalan serta area pemukiman warga.

“Proses ini berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan,” ujarnya.

Sinergi Lintas Instansi dalam Operasi Pembersihan

Operasi pembersihan ini turut melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Perangkat desa setempat juga terlibat aktif dalam membantu koordinasi serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat ke area kerja demi menghindari risiko kecelakaan akibat pergerakan alat berat.

Tujuan Pembersihan untuk Memulihkan Akses Jalan

Selain membersihkan tumpukan kayu yang menutup jalan, pembersihan ini juga bertujuan untuk memulihkan kembali akses utama yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti ke ladang, ke sekolah, dan ke pusat perekonomian desa.

“Diharapkan, dengan selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali berfungsi normal, risiko bencana susulan dapat diminimalisir, serta kehidupan masyarakat setempat berangsur pulih menuju kondisi yang lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.




Pos terkait