PKK Denpasar Gencar Sosialisasikan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber Lewat Komposter
Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pemerintah Kota Denpasar untuk pengolahan sampah berbasis sumber. Melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan pembagian compost bag (tas kompos), PKK Denpasar berupaya mengedukasi masyarakat, khususnya dari tingkat rumah tangga, agar lebih peduli dan terampil dalam mengelola sampah.
Kegiatan ini telah dilaksanakan secara maraton di berbagai banjar (dusun) yang tersebar di seluruh kecamatan di Denpasar. Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, beberapa banjar yang menjadi sasaran adalah Banjar Mandala Sari di Kelurahan Dangin Puri Kelod, Banjar Padangsumbu Tengah di Desa Padangsambian Kelod, serta Banjar Kepisah Pedungan.
Tidak hanya itu, sehari sebelumnya, TP PKK juga telah menggelar kegiatan serupa di Banjar Sindu Kaja, Kelurahan Sanur, dan Banjar Paang Tengah, Penatih. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya upaya yang dilakukan untuk menjangkau sebanyak mungkin lapisan masyarakat.
Peran Strategis Ibu PKK dalam Edukasi Lingkungan
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, yang turut hadir di Banjar Mandala Sari, menekankan pentingnya peran anggota PKK di tingkat banjar. Beliau berharap, melalui sosialisasi ini, para anggota PKK dapat menjadi agen edukasi yang efektif di lingkungan masing-masing. Fokus utama edukasi adalah bagaimana melakukan pemilahan dan pengolahan sampah yang dimulai dari skala rumah tangga.
Ny. Sagung Antari menambahkan, sebagai pilar penting dalam sebuah rumah tangga, para ibu memiliki peran krusial untuk menanamkan kebiasaan baik dalam memilah sampah kepada seluruh anggota keluarga. “Kami di TP PKK Kota Denpasar, sebagai mitra pemerintah, berkomitmen untuk turut serta mengedukasi masyarakat terkait program ini. Kami berharap, dengan penerapan yang dimulai dari rumah kita sendiri, hal ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengelolaan sampah di Kota Denpasar secara keseluruhan,” ujar Sagung Antari.
Semangat Gotong Royong Kunci Keberhasilan
Di lokasi lain, yaitu Banjar Padangsumbu Tengah, Desa Padangsambian Kelod, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan optimisme yang sama. Beliau menggarisbawahi bahwa semangat gotong royong dan kepedulian kolektif dari seluruh masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Denpasar.
“Selain pembagian compost bag, kami juga memberikan edukasi mendalam mengenai cara penggunaannya. Kami menjelaskan jenis-jenis bahan organik yang dapat diolah menjadi kompos, serta memberikan tips praktis mengenai penempatan komposter yang ideal di lingkungan rumah tangga,” jelas Ayu Kristi. Pendekatan yang komprehensif ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengimplementasikan praktik pengelolaan sampah yang lebih baik.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari jajaran pemerintah kecamatan. Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, secara tegas menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif TP PKK Kota Denpasar.
Beliau mengungkapkan, para ibu PKK di wilayahnya telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber langsung dari rumah masing-masing. “Hari ini kami berkesempatan untuk membagikan bag komposter beserta panduan penggunaannya. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat secara efektif melakukan pemilahan sampah di rumah. Kami juga berencana untuk secara berkelanjutan mendistribusikan bag komposter ini ke banjar lainnya, sehingga pengelolaan sampah berbasis sumber di skala rumah tangga dapat berjalan secara optimal,” ungkapnya.
Melalui program ini, TP PKK Kota Denpasar tidak hanya membagikan alat bantu, tetapi juga menanamkan kesadaran dan pengetahuan yang esensial bagi masyarakat. Dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen, Denpasar diharapkan dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan lestari melalui pengelolaan sampah yang cerdas dan bertanggung jawab.
Program ini mencakup beberapa tahapan penting:
- Sosialisasi Intensif: Penyampaian informasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber, dampak negatif sampah yang tidak terkelola, serta manfaat dari kompos.
- Demonstrasi Penggunaan Komposter: Pelatihan langsung cara menggunakan compost bag, termasuk jenis sampah organik yang bisa dimasukkan, cara mencampur, dan perawatan sederhana.
- Pembagian Compost Bag: Pemberian alat bantu berupa compost bag kepada setiap rumah tangga yang menjadi sasaran, sebagai stimulus awal untuk memulai praktik.
- Pendampingan Berkelanjutan: Rencana untuk terus memantau dan memberikan dukungan bagi masyarakat agar kebiasaan baru ini dapat terus terjaga dan berkembang.
Upaya ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih besar untuk menciptakan Denpasar yang bebas dari sampah, dengan mengedepankan solusi inovatif dan partisipasi aktif dari seluruh warganya.



