Kecelakaan Beruntun di Jalur Gumitir: Truk Tronton Rem Blong Timpa Dua Kendaraan
JEMBER – Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi kembali menjadi saksi bisu insiden kecelakaan lalu lintas yang membahayakan. Kali ini, sebuah kecelakaan beruntun terjadi pada Sabtu (3/1/2026) malam, sekitar pukul 19.30 WIB, di tikungan Mbah Singo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Insiden ini melibatkan tiga kendaraan roda empat: sebuah truk tronton bermuatan triplek, sebuah minibus Daihatsu Sigra, dan sebuah microbus Isuzu Elf.
Menurut keterangan dari Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah, kronologi kejadian bermula saat truk tronton dengan nomor polisi L8186AG melaju dari arah Jember menuju Banyuwangi. Sesampainya di area tikungan Mbah Singo yang dikenal cukup curam dan berkelok, truk tersebut diduga mengalami masalah pada sistem pengereman.
“Sesampainya di tikungan Mbah Singo, truk diduga mengalami rem blong sehingga oleng dan muatannya menimpa kendaraan dari arah berlawanan,” ujar Ipda Tommy Nur Alamsyah saat dikonfirmasi pada Minggu (4/1/2026) dini hari.
Muatan triplek yang tidak terkendali dari truk tronton tersebut kemudian menghantam minibus Daihatsu Sigra bernomor polisi P1436EI. Minibus ini dikemudikan oleh Achmad Gofir dan sedang membawa tiga orang penumpang, melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember.
Tidak berhenti di situ, dampak dari tergulingnya truk tronton tidak hanya menimpa minibus Sigra. Truk tersebut kemudian terguling ke sisi kanan dan kembali menimpa microbus Isuzu Elf bernomor polisi B-7273-IR. Microbus Isuzu Elf ini berada tepat di belakang minibus Sigra dan melaju searah dengan minibus tersebut.
Enam Korban Luka Ringan
Beruntung, meskipun melibatkan tiga kendaraan dan muatan yang berat, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat. Sebanyak enam orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. Para korban segera dilarikan ke Klinik Puspa Medika Garahan, Kecamatan Silo, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat, seluruh korban mengalami luka ringan,” tegas Ipda Tommy Nur Alamsyah.
Ia menambahkan bahwa luka-luka yang dialami para korban umumnya ringan, meliputi cedera pada bagian kepala, wajah, tangan, dan kaki. Luka-luka ini diduga akibat benturan keras antar kendaraan serta tertimpa muatan triplek yang berjatuhan.
Diduga Akibat Kelalaian Pengemudi Truk
Pihak kepolisian menduga bahwa faktor utama penyebab kecelakaan ini adalah kelalaian pengemudi truk tronton. Dugaan ini muncul karena pengemudi diduga tidak melakukan pemeriksaan rutin dan menyeluruh terhadap kondisi kendaraannya sebelum memulai perjalanan.
“Faktor utama karena kurang hati-hatinya pengemudi truk, khususnya tidak mengecek komponen kendaraan sehingga terjadi kegagalan fungsi rem,” jelas Ipda Tommy Nur Alamsyah.
Pemeriksaan komponen kendaraan seperti sistem pengereman sebelum menempuh perjalanan jauh, terutama di jalur yang memiliki kontur naik turun dan berkelok, merupakan langkah krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan seperti ini.
Penanganan Pasca-Kecelakaan
Menindaklanjuti laporan kecelakaan, tim dari Polres Jember bersama dengan Polsek Sempolan segera bergerak cepat ke lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti, memeriksa saksi mata yang ada di lokasi, serta melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan yang lebih parah.
Akibat insiden kecelakaan beruntun ini, arus lalu lintas di Jalur Gumitir sempat mengalami hambatan. Petugas terpaksa memberlakukan sistem buka tutup jalur untuk memudahkan proses evakuasi ketiga kendaraan yang terlibat.
“Alhamdulillah arus relatif sepi sehingga masih bisa kami kendalikan,” ujar Ipda Tommy Nur Alamsyah, mengapresiasi kondisi lalu lintas yang relatif tidak terlalu padat sehingga penanganan dapat berjalan lebih lancar.
Proses evakuasi truk tronton diperkirakan akan segera dilaksanakan. Sementara itu, muatan triplek yang berceceran di jalan baru akan diangkut pada pagi harinya. Hal ini dilakukan sambil menunggu kedatangan kendaraan pengangkut dari pihak perusahaan pemilik truk.
Imbauan Keselamatan Berkendara
Sebagai informasi tambahan, Jalur Gumitir, khususnya di kawasan tikungan Mbah Singo, baru saja menyelesaikan perbaikan. Meskipun perbaikan telah dilakukan, jalur ini tetap dikategorikan sebagai jalur rawan kecelakaan karena karakteristik geografisnya yang curam dan berkelok.
Oleh karena itu, para pengguna jalan yang melintas di Jalur Gumitir diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati. Mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan adalah langkah-langkah penting yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan bersama.






