Tujuh Titik Macet di Jalur Wisata Jawa Barat



Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai langkah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di tujuh titik rawan selama liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Tujuh titik tersebut mencakup destinasi wisata yang sangat diminati, seperti Puncak, Pelabuhan Ratu, Lembang-Ciater, Ciwidey-Pangalengan, Garut, Kuningan, dan Pangandaran.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menjelaskan bahwa pihaknya meminta pengemudi angkot, delman, dan becak untuk sementara menghentikan operasi mereka selama periode Nataru. Total jumlah pengemudi yang terdampak adalah sekitar 4.711 orang, dengan rincian sebagai berikut:

Bogor (1.825 angkot)

Cianjur (1.416 angkot)

Kabupaten Bandung (111 delman)

Kabupaten Bandung Barat (10 delman)

Kabupaten Garut (457 delman)

Kabupaten Tasikmalaya (28 delman, 229 becak)

Kabupaten Kuningan (100 delman)

Kabupaten Cirebon (535 becak)

Para pengemudi tersebut akan menerima kompensasi sebesar Rp 200 ribu per hari per orang, dengan pembayaran dilakukan secara langsung sebelum tanggal 24 Desember 2025.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menyampaikan keinginan untuk meliburkan angkot di Kota Bandung pada tanggal 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026. Angkot yang beroperasi di kota ini diminta untuk libur, dengan kompensasi sebesar Rp 500 ribu per orang untuk dua hari.

Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi sebanyak 21,2 juta orang akan melakukan perjalanan selama Nataru. Mayoritas dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen, digunakan untuk keperluan pariwisata, sementara 35,1 persen untuk mudik, 4,1 persen untuk silaturahmi tanpa mudik, dan sisanya 0,8 persen untuk alasan lain seperti bekerja.

Data menunjukkan bahwa daerah-daerah dengan jumlah pelaku perjalanan terbesar adalah Kabupaten Bogor (3,76 juta), Kabupaten Bandung (2,52 juta), Kota Bandung (1,79 juta), serta Kota Depok dan Bekasi masing-masing sebanyak 1,6 juta orang.

Lima daerah tujuan utama selama Nataru adalah Kabupaten Bandung (3,98 juta), Kabupaten Bogor (3,88 juta), Kota Bandung (3,03 juta), Kabupaten Garut (3,02 juta), dan Kabupaten Tasikmalaya (1,21 juta).

Kawasan Pangandaran diprediksi menjadi destinasi favorit dengan estimasi kunjungan sebanyak 2.069.438 orang, diikuti oleh Kota Bandung (2.055.710 orang) dan Kawasan Puncak (1.652.814 orang).

Mayoritas masyarakat memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi utama, dengan persentase sebesar 65,2 persen, disusul sepeda motor (15,2 persen) dan kereta api (13,3 persen).

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan jumlah penumpang Whoosh selama liburan Nataru. Pada Selasa, 24 Desember 2025, jumlah penumpang tercatat mencapai 24.439 orang. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa tren peningkatan volume penumpang Whoosh telah terlihat sejak akhir pekan lalu.

Hingga Kamis pagi, tiket yang telah terjual mencapai sekitar 16.000 tiket, dengan prediksi peningkatan hingga keberangkatan terakhir pukul 21.25. Okupansi Whoosh di Stasiun Halim pada pagi hingga siang hari telah terjual di atas 90 persen, sementara jadwal keberangkatan lainnya masih berada di kisaran 70 persen.

Pos terkait