Ukraina Menolak Kirim Pasukan ke Greenland, Kekacauan Eropa Memuncak

Kritik Zelenskyy terhadap Sekutu Eropa

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sekutu di Eropa yang dinilainya kurang mendukung negaranya dalam upaya mencapai perdamaian dengan Rusia. Ia menyerukan agar tidak ada perpecahan di kawasan Eropa.

“Setahun lalu di Davos, saya mengakhiri pidato agar Eropa mengetahui cara untuk mempertahankan diri. Eropa harus dapat menjadi kekuatan global, sayangnya Eropa masih menghadapi perpecahan,” ujarnya.

Krisis energi yang dialami Ukraina akibat serangan Rusia terhadap fasilitas energi telah memicu penerapan darurat energi nasional oleh Kiev untuk mengatasi situasi tersebut.

Isu Perang di Ukraina Tidak Bisa Diabaikan

Zelenskyy menyebut bahwa isu soal perang di Ukraina tidak bisa diabaikan meskipun beberapa waktu terakhir fokus utama berada pada isu di Iran dan Greenland.

“Dapat dipahami bahwa di Davos, terdapat perbedaan pertanyaan dan tantangan. Namun, jika Anda lupa soal perang, maka Anda tidak akan menyelesaikan masalah. Tentu ada isu di Iran dan Greenland yang akan dibahas. Namun, harus diingat bahwa ada perang yang sebenarnya di Eropa yang lebih lama dibanding Perang Dunia II dan kami harus menghentikan Presiden Rusia, Vladimir Putin,” ujarnya.

Meskipun demikian, Zelenskyy mengatakan bahwa ia sudah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) terkait jaminan keamanan. Namun, AS belum menandatangani persetujuan tersebut.

Ukraina Tidak Akan Kirim Tentara ke Greenland

Zelenskyy menjelaskan bahwa Ukraina tidak akan mengirimkan tentara ke Greenland untuk latihan perang ataupun pengamanan. Menurutnya, negaranya masih berfokus pada menahan serangan Rusia.

“Saya mengkhawatirkan segala upaya distraksi dalam perang skala besar ini. Isu Ukraina dan Greenland tidak dapat disamakan. Ukraina menghadapi negara agresor dan telah menjadi korban,” ujarnya.

Ia juga menyatakan akan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Denmark atas Greenland. Menurut Zelenskyy, cara untuk mengakhiri konflik ini adalah dengan menekan Rusia dan berfokus ke Ukraina.

Bantuan Energi dari Denmark

Pada saat yang sama, Denmark mengumumkan penambahan bantuan untuk mendukung sektor energi Ukraina. Bantuan yang akan diberikan mencapai 22 juta dolar AS (Rp370 miliar) untuk pembenahan fasilitas energi.

Selain itu, Denmark akan mengirimkan peralatan dari pembangkit listrik Assens ke Ukraina. Peralatan tersebut akan sangat berguna bagi Ukraina untuk memodernisasi komponen infrastruktur energi.

Berita Terkini Terkait Perang dan Geopolitik

Tarif Trump ke Eropa Dibatalkan Usai Kesepakatan Awal Greenland

Trump Klaim Tak Akan Pakai Kekerasan untuk Ambil Greenland

Geopolitik Memanas Usai Trump Ancam Greenland, Rupiah-Ekspor Terancam

Pos terkait