Venezuela Tolak Intervensi AS, Siap Bela Kedaulatan

Venezuela Mengutuk Keras Intervensi AS, Tegaskan Kedaulatan Nasional

Caracas – Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, melontarkan pernyataan tegas yang menolak keras apa yang disebutnya sebagai tindakan intervensi yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap negaranya. Menurutnya, sanksi dan blokade ekonomi yang diberlakukan oleh AS telah memberikan dampak yang sangat serius terhadap kehidupan rakyat Venezuela, serta secara fundamental melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia internasional yang diakui secara global.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan secara luas, termasuk melalui unggahan di platform media sosial Facebook oleh Radio Nacional de Colombia, Delcy Rodríguez menegaskan kembali posisi pemerintah dan rakyat Venezuela yang bersatu padu dalam mempertahankan kedaulatan nasional mereka dari segala bentuk tekanan eksternal yang dianggap tidak sah.

“Rakyat Venezuela merasakan kemarahan yang mendalam atas apa yang mereka anggap sebagai tindakan penculikan yang ilegal dan tidak sah terhadap presiden dan ibu negara. Seluruh Venezuela kini bergerak sebagai satu kesatuan,” ujar Delcy Rodríguez dengan nada tegas, menggambarkan gelombang solidaritas dan protes yang melanda negeri itu.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah Venezuela menyatakan kesiapannya untuk membela negara serta seluruh sumber daya alam yang dimiliki. Sumber daya ini, menurut Delcy Rodríguez, seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Venezuela.

“Kami siap sepenuhnya untuk membela Venezuela. Kami siap untuk mempertahankan sumber daya alam kami yang berharga, yang seharusnya memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan nasional kami,” tegasnya, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya negara untuk kepentingan rakyat.

Delcy Rodríguez juga menyoroti peningkatan kesadaran di kalangan rakyat Venezuela mengenai signifikansi strategis sektor hidrokarbon dan energi nasional. Kesadaran ini menjadi landasan penting bagi langkah-langkah yang diambil pemerintah.

Menyikapi situasi yang dianggap sebagai gangguan eksternal yang mengancam stabilitas negara, Dewan Pertahanan Nasional Venezuela telah diaktifkan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pertahanan negara dalam menghadapi potensi ancaman dari luar.

Selain itu, ia menginformasikan bahwa keputusan terkait penerapan dekret keadaan darurat yang disebabkan oleh gangguan eksternal telah ditetapkan secara resmi. Saat ini, dekret tersebut tengah menunggu proses pengesahan akhir dari Mahkamah Konstitusi Venezuela sebelum dapat diberlakukan sepenuhnya.

“Segala ketentuan yang tercantum dalam dekret keadaan darurat eksternal ini mulai dilaksanakan sejak saat ini, demi kejayaan dan masa depan Venezuela kita tercinta,” katanya, menggarisbawahi urgensi dan komitmen pemerintah dalam melindungi negara.

Dalam kesempatan yang sama, Delcy Rodríguez memberikan sinyal bahwa pemerintah Venezuela tetap membuka diri terhadap peluang menjalin hubungan internasional. Namun, hubungan tersebut harus selalu didasarkan pada prinsip saling menghormati dan sepenuhnya mematuhi kerangka hukum internasional serta hukum yang berlaku di Republik Bolivarian Venezuela.

“Kami bersedia untuk menjalin hubungan yang dilandasi oleh rasa saling menghormati yang tulus, dalam koridor hukum internasional yang berlaku dan sesuai dengan hukum Republik Bolivarian Venezuela,” ujarnya, menekankan pentingnya diplomasi yang berlandaskan prinsip.

Ia secara tegas menilai bahwa tindakan kekerasan dan pelanggaran terhadap hukum internasional sama sekali tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun. Delcy Rodríguez menegaskan kembali bahwa Venezuela memiliki alasan historis dan moral yang kuat untuk terus gigih membela perdamaian serta masa depan bangsanya yang berdaulat.

Delcy Rodríguez juga melancarkan seruan untuk persatuan nasional di dalam negeri dan solidaritas internasional dari negara-negara lain. Ia memberikan peringatan serius bahwa situasi yang saat ini dialami oleh Venezuela berpotensi besar untuk menimpa negara-negara lain di masa depan jika tidak ada tindakan pencegahan yang memadai.

“Apa yang hari ini dilakukan terhadap Venezuela, bisa saja dilakukan terhadap negara lain di kemudian hari. Ini adalah ancaman yang harus kita hadapi bersama,” katanya, menyiratkan adanya pola intervensi yang bisa meluas.

Menutup pernyataannya, Wakil Presiden Venezuela menyampaikan keyakinan yang mendalam bahwa rakyat Venezuela akan mampu menemukan jalan terbaik untuk mempertahankan perdamaian, ketenangan, dan kedaulatan tanah air mereka. Keyakinan ini didasarkan pada semangat juang dan persatuan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat.

Pos terkait