Perayaan Hari Internasional Laksamana Keumalahayati di Aceh
BANDA ACEH – Majelis Seniman Aceh (MaSA) menyelenggarakan Perayaan Hari Internasional Laksamana Keumalahayati ke-3. Acara ini digelar bersamaan dengan Malam Amal dan Donasi (Meuripe) yang bertujuan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh. Tema acara kali ini adalah “Ie Mata Nanggroe, The Spirit of Laksamana Keumalahayati”.
Acara berlangsung di Gedung Teater Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh, pada hari Minggu (28/12/2025). Berbagai pertunjukan seni disajikan kepada para penonton, mulai dari konser amal hingga pemutaran film dokumenter. Selain itu, ada juga teatrikalisasi puisi dan tari kolosal yang menceritakan perjuangan Laksamana Keumalahayati. Penampilan para seniman berhasil memukau penonton dan mendapat sambutan hangat.
Kegiatan yang Menghadirkan Karya Seni dan Kepedulian
Selain sebagai ajang apresiasi seni, acara ini juga menjadi wadah bagi seniman Aceh untuk menunjukkan rasa peduli mereka terhadap sesama. Dalam rangkaian acara, MaSA berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp22,7 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu para seniman dan masyarakat yang terdampak bencana banjir serta tanah longsor di beberapa wilayah Aceh.
Chairiyan Ramli, Ketua Umum MaSA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian seniman Aceh dalam menghadapi musibah yang sedang melanda daerah ini. Ia menambahkan bahwa para seniman turut berkontribusi baik melalui karya maupun sumbangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Harapan untuk Bangkit Bersama
Chairiyan berharap bahwa peringatan Hari Internasional Laksamana Keumalahayati ke-3 ini dapat membangkitkan semangat kebersamaan, khususnya bagi perempuan Aceh. Ia berharap semangat perjuangan Laksamana Keumalahayati menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Aceh agar bisa lebih cepat bangkit dan pulih dari dampak bencana.
“Semangat perjuangan Laksamana Keumalahayati diharapkan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk bangkit dan pulih bersama,” ujar Chairiyan.
Pementasan yang Menyentuh Hati
Pertunjukan seni yang disajikan dalam acara ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memberikan pesan penting tentang arti persatuan dan keberanian. Tari kolosal yang dipentaskan menggambarkan perjuangan Laksamana Keumalahayati dalam melawan musuh dan menjaga kehormatan bangsa. Hal ini membuat penonton merasa terinspirasi dan memiliki semangat baru untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan hidup.
Donasi yang Berhasil Terkumpul
Dana yang terkumpul dari acara ini akan dialokasikan untuk bantuan darurat dan pascabencana. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk mendukung para seniman yang terkena dampak bencana. Dengan begitu, MaSA berupaya untuk memastikan bahwa seniman Aceh tetap bisa berkarya meskipun dalam situasi sulit.
Masa Depan yang Lebih Cerah
Perayaan ini juga menjadi momentum bagi seniman Aceh untuk menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan seni dan budaya daerah. Dengan menggabungkan seni dan kepedulian sosial, MaSA berharap bisa menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.





