Warga Ambara Gorontalo Hanyut di Sungai Paguyaman

Dua Warga Hilang Terseret Arus Sungai Paguyaman Saat Pulang dari Kebun

Dua warga dilaporkan terseret arus deras Sungai Paguyaman ketika dalam perjalanan pulang dari kebun. Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun Lima, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (3/1/2025) sore. Korban yang hilang adalah Sumitra (28), seorang perempuan, dan Akbar Diangi (9), seorang laki-laki, keduanya merupakan penduduk Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidin, membenarkan kejadian tersebut pada Minggu (4/1/2026). Ia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, kedua korban harus melintasi Sungai Paguyaman untuk kembali dari area perkebunan mereka.

Respons Cepat Tim SAR Gabungan

Menanggapi laporan hilangnya kedua warga tersebut, tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian. Operasi pencarian dibagi menjadi dua unit pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue Unit/SRU) untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas.

  • SRU 1: Unit ini bertugas melakukan pencarian di aliran utama Sungai Paguyaman menggunakan perahu karet. Jangkauan pencarian SRU 1 adalah sekitar tiga kilometer dari titik awal lokasi kejadian.
  • SRU 2: Unit kedua difokuskan untuk menyisir anak-anak Sungai Paguyaman. Pencarian dilakukan sejauh 1,78 kilometer dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP).

Dalam operasi pencarian yang intensif ini, berbagai unsur SAR dan pemangku kepentingan dilibatkan, menunjukkan keseriusan dalam upaya menemukan korban. Unsur-unsur tersebut meliputi:

  • Tim Rescue Pos SAR Marisa
  • Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo
  • Kepolisian Sektor (Polsek) Boliyohuto
  • Bintara Pembina Desa (Babinsa) Motoduto
  • Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo
  • Resor Kota (Polres) Gorontalo
  • Aparat Desa Motoduto
  • Masyarakat setempat yang turut membantu

Tantangan dalam Operasi Pencarian

Meskipun telah dikerahkan tim gabungan yang solid, operasi pencarian ini tidak luput dari berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Halidin La Bidin mengungkapkan beberapa kendala signifikan yang memperlambat proses pencarian, di antaranya:

  • Arus Sungai yang Deras: Kondisi arus Sungai Paguyaman yang kuat menjadi hambatan utama bagi tim SAR dalam melakukan penyisiran dan manuver perahu. Arus yang deras dapat menyulitkan pergerakan dan meningkatkan risiko bagi para petugas penyelamat.
  • Kondisi Air yang Keruh: Kekeruhan air sungai mengurangi jarak pandang di bawah permukaan. Hal ini sangat menyulitkan tim SAR untuk mendeteksi keberadaan korban yang mungkin berada di dasar sungai atau tersangkut di bawah permukaan.
  • Hujan Lebat: Intensitas hujan yang tinggi, baik yang terjadi saat peristiwa maupun selama operasi pencarian, menambah kesulitan. Hujan dapat meningkatkan volume air sungai, memperparah keruh, dan membuat medan menjadi lebih licin serta berbahaya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian terhadap Sumitra dan Akbar Diangi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Fokus pencarian tetap pada area aliran Sungai Paguyaman dan sekitarnya, dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Keteguhan dan kerja keras tim SAR, didukung oleh partisipasi masyarakat, menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat ini. Perkembangan lebih lanjut akan terus dilaporkan seiring dengan berjalannya operasi pencarian.

Pos terkait