
Tahun 2025 menjadi saksi kebangkitan musik dari Indonesia Timur. Lagu-lagu yang awalnya viral di kalangan tertentu, kini telah menjelma menjadi anthem nasional yang bergema, lengkap dengan koreografi khas yang ikut mempopulerkannya. Fenomena ini semakin mengukuhkan posisi musik timur di panggung industri hiburan tanah air. Di tengah gelombang keemasan ini, Wizz Baker, salah satu musisi berbakat asal Indonesia Timur, kembali merilis sebuah karya terbaru. Single terbarunya, “Bikin Sa Gila,” merupakan kolaborasi apik dengan Teddy Salendah, yang siap menghipnotis para penikmat musik.
Wizz Baker menjelaskan bahwa kehadiran Teddy Salendah dalam lagu ini membawa nuansa “cinta cepat saji” yang disajikan dengan dialek Ambon-Papua yang hangat, jenaka, dan sangat otentik. “Bikin Sa Gila” sendiri merupakan sebuah perayaan spontanitas cinta. Lagu ini mengisahkan seseorang yang jatuh hati seketika, hanya dalam hitungan tiga detik, namun memiliki komitmen untuk mencintai selamanya. Perpaduan lirik yang lugas dan melodi yang tak terlupakan menciptakan sebuah narasi romantis yang ringan namun mendalam.
Lebih lanjut, Wizz Baker mengungkapkan bahwa aransemen musik “Bikin Sa Gila” merupakan hasil perpaduan yang cermat antara sentuhan pop timur yang khas, energi hip-hop, dan nuansa reggae yang santai. Kombinasi ini menghasilkan sebuah warna musik yang tidak hanya enerjik, tetapi juga memiliki kedalaman emosional atau soulful.
“Teddy membawa energi rap yang membuat lagu ini terasa berbeda. Mulai dari gaya menggoda hingga permohonan restu, semuanya disampaikan dalam satu tarikan napas yang mengalir,” ujar Wizz. Ia menambahkan bahwa lagu ini juga menjadi cara baginya untuk merayakan akar budayanya dari Papua dan Maluku, sekaligus menjadi dorongan agar musik timur dapat menjangkau panggung yang lebih luas dan diakui secara internasional.
Wizz Baker sendiri bukanlah nama baru di kancah musik Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu musisi asal Indonesia Timur yang berhasil mencuri perhatian di tingkat nasional. Keunggulannya terletak pada vokal soulful yang khas dan kemampuannya dalam memadukan berbagai genre musik, mulai dari pop, Asian pop, hingga reggae. Perpaduan genre ini menciptakan identitas musik yang unik dan mudah dikenali.
Perjalanan karier Wizz Baker di industri musik patut diperhitungkan. Ia memulai kiprahnya sebagai seorang beatmaker, komposer, dan produser musik sebelum akhirnya meledak sebagai seorang penyanyi dengan gaya yang khas dan tak terbantahkan. Rekam jejaknya di industri musik menunjukkan konsistensi dan kualitas yang mumpuni.
Salah satu bukti nyata dari konsistensinya adalah keberhasilannya menembus posisi #48 di Top Indonesian Charts. Lagu-lagunya mampu bertahan selama total 37 minggu di tangga lagu tersebut, sebuah pencapaian luar biasa di tengah persaingan industri musik nasional yang begitu ketat. Lagu-lagu hitsnya seperti “Jang Balikan,” “Cukup Satu Kali,” “Peristiwa,” dan “Rindu Rumah” telah meraih popularitas viral di berbagai platform musik digital ternama seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. Tidak hanya itu, albumnya yang bertajuk “Jadilah Mentari” (2023) juga mendapatkan sambutan hangat dari para pendengar.
Selain karya solonya, Wizz Baker juga aktif berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama lainnya. Di antaranya adalah Fresly Nikijuluw, Toton Caribo, dan Glenn Sebastian. Kolaborasi-kolaborasi ini semakin memperkaya khazanah musiknya dan menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan berbagai gaya musisi lain.
Namun, Wizz Baker tidak hanya piawai dalam ranah audio. Ia juga memahami pentingnya visualisasi untuk memperkuat pesan dan energi musiknya. Hal ini terbukti dari video musik resmi “Bikin Sa Gila.”
Video musik “Bikin Sa Gila” yang ditayangkan di kanal YouTube WizzBaker langsung mencuri perhatian publik. Dalam kurun waktu 72 jam pertama perilisannya, video ini telah berhasil ditonton lebih dari 35.000 kali. Angka tersebut terus meroket, mencapai 115.000 penonton hanya dalam waktu empat hari. Tingginya jumlah penonton dalam waktu singkat ini menjadi indikator kuat betapa lagu dan video musik “Bikin Sa Gila” berhasil menarik minat dan memberikan hiburan yang berkualitas bagi para penikmat musik Indonesia. Keberhasilan ini semakin mempertegas dominasi musik timur di kancah nasional.






