8 Proyek Besar Jambi Didanai APBN dan APBD, Rel Kereta hingga Bendungan Raksasa

Proyek Infrastruktur Skala Besar di Provinsi Jambi

Pemerintah pusat dan daerah sedang mempercepat pembangunan proyek infrastruktur skala besar di Provinsi Jambi. Delapan proyek strategis yang saat ini menjadi fokus pemerintah mencakup berbagai bidang seperti jalan tol, jalur kereta api logistik, jalan khusus batu bara, kawasan industri, pelabuhan, hingga bendungan raksasa. Proyek-proyek ini dirancang untuk memperkuat konektivitas, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Berikut adalah daftar proyek besar nasional dan provinsi di Jambi yang kini menjadi sorotan:

1. Jalur Kereta Api Khusus Batu Bara

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sedang mematangkan rencana jalur KA angkutan batu bara. Rute ini akan memotong rantai logistik dari wilayah barat hingga timur Jambi. Titik awalnya adalah Kabupaten Bungo, dengan lintasan melalui Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batang Hari, dan Kabupaten Muaro Jambi. Titik akhirnya adalah Pelabuhan Talang Duku atau Pelabuhan Kemingking.

Jalur ini terintegrasi dengan Tol Trans Sumatera dan dirancang untuk menghubungkan wilayah tambang Bungo-Sarolangun ke Pelabuhan Kemingking, Muaro Jambi. Proyek ini bagian dari Kereta Api Trans Sumatera, bertujuan menekan ongkos angkut, mempercepat distribusi, dan mengurangi kemacetan akibat truk batu bara di jalan nasional.

2. Jalan Khusus Batu Bara

Selain rel kereta, Jambi juga mengembangkan jalan khusus batu bara yang dibangun oleh investor swasta dan terpisah dari jalan umum. Targetnya, aktivitas tambang tidak lagi bercampur dengan lalu lintas masyarakat. Namun, sejumlah segmen sempat terkendala penolakan warga terkait lokasi stockpile dekat permukiman, termasuk di perbatasan Kota Jambi. Pemprov terus mengevaluasi tata ruang agar proyek berjalan tanpa mengorbankan aspek sosial dan lingkungan.

3. Jalan Tol Jambi-Pekanbaru

Tol Jambi-Pekanbaru menjadi proyek krusial karena menghubungkan langsung Jambi dengan Riau. Proyek ini masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) pada era pemerintahan Prabowo Subianto. Pembangunan dibagi dua ruas: Jambi-Rengat sepanjang ±198,13 km dan Rengat-Pekanbaru.

Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan percepatan lelang dan konstruksi bertahap karena tol ini vital untuk memangkas waktu tempuh dan biaya logistik Sumatera bagian tengah-timur.

4. Kawasan Ekonomi Ujung Jabung

Kawasan Ekonomi Ujung Jabung di Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur, dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan berbasis pelabuhan dan industri pengolahan di lahan ±4.200 hektare. Lokasinya strategis karena berada di jalur ALKI I. Namun proyek ini kehilangan status prioritas setelah Kemenhub menghentikan dana APBN sejak 2019-2020 akibat refocusing anggaran pandemi. Status pelabuhan pun turun dari Pelabuhan Samudera menjadi Pelabuhan Pengumpul.

5. Kawasan Industri Kemingking

Kawasan Industri (KI) Kemingking di Muaro Jambi dikembangkan seluas ±2.150 hektare dan dikelola PT Jambi Kemingking Eco Park. Sebagai PSN, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi sawit dan kelapa dalam. Proyek sempat tersendat akibat ketidaksesuaian RTRW, namun Pemprov dan DPRD mendorong percepatan revisi tata ruang agar pembangunan segera berjalan.

6. Jalan Suak Kandis-Pelabuhan Ujung Jabung

Akses jalan Suak Kandis-Ujung Jabung masuk RPJMN. Tahap awal, ruas Simpang Pudak-Suak Kandis sepanjang 60 km telah rampung dengan dana APBD Rp389 miliar. Tahap berikutnya akan dikerjakan pemerintah pusat melalui APBN, dimulai dari 8 km, disusul 32 km. Proyek ini menghadapi tantangan tanah gambut, sehingga digunakan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP).

7. Revitalisasi KCBN Candi Muaro Jambi

Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi diarahkan menjadi destinasi edukasi dan pariwisata internasional. Fokus pemugaran saat ini diarahkan pada sejumlah bangunan utama, di antaranya Candi Kotomahligai dan Candi Parit Duku. Selain itu, beberapa struktur penting lain seperti Candi Kedaton juga telah memasuki tahap penataan kawasan serta persiapan rekonstruksi untuk memperkuat nilai historis dan arsitektural situs.

Beberapa program yang dilakukan antara lain:
* Pembangunan Museum Kawasan
* Normalisasi Kanal dan Kolam Kuno
* Penataan Lingkungan dan Fasilitas Pendukung
* Pemberdayaan UMKM Lokal

Dengan cakupan wilayah mencapai 3.981 hektar, KCBN Muaro Jambi diproyeksikan menjadi pusat pendidikan, penelitian, serta destinasi wisata edukasi dan religi berskala nasional hingga internasional. Proyek ini juga menjadi bagian strategis dalam mendukung pengusulan KCBN Muaro Jambi sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

8. Bendungan Merangin

Proyek Bendungan Merangin menjadi salah satu infrastruktur terbesar di Jambi. Nilai investasinya mencapai Rp4,77 triliun. Dimensi ukuran: panjang 335 meter, lebar 15 meter, dan tinggi mencapai 94 meter. Lokasi: di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Tujuan: menyokong ketahanan pangan, energi, dan air baku di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Manfaat:
* Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mencapai 107,45 MW
* Irigasi Pertanian 12.000 hektare
* Penyediaan Air Baku kapasitas hingga 2.000 liter/detik
* Pengendali Banjir karena bisa mereduksi debit banjir di daerah aliran Sungai Batanghari hingga 583,5 meter/detik.

Lokasi bendungan yang berdekatan dengan kawasan Geopark Merangin akan dikembangkan menjadi destinasi wisata air baru. Saat ini proyek berada pada tahap penyiapan transaksi dan lelang investasi melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha), sebelum masuk konstruksi fisik bertahap.

Masuknya proyek-proyek raksasa ini diharapkan mampu mengerek daya saing ekonomi Jambi, memperkuat konektivitas regional, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih merata dan berkelanjutan. Selain delapan tersebut, masih ada sejumlah proyek besar lain di Jambi.

Pos terkait