MADINAH.
Anggota Amirul Hajj yang juga Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, mengajak jemaah haji untuk menjadikan pelaksanaan ibadah haji sebagai sarana menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu bentuk nyata yang ditekankan adalah mengurangi penggunaan serta pembuangan sampah plastik selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai ibadah yang perlu mendapat perhatian serius, selain pelaksanaan rukun dan wajib haji. Ia menilai kesuksesan penyelenggaraan haji tidak hanya tercermin dari lancarnya pelaksanaan ritual, tetapi juga dari tumbuhnya sikap tanggung jawab jemaah terhadap sesama serta lingkungan di sekitarnya.
“Menjaga kebersihan lingkungan itu bagian dari ibadah,” ungkap Prof Ilfi, Kamis (4/6/2026) saat media briefing di kantor Daker Madinah.
Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah pembagian tumbler kepada jamaah oleh syarikat yang ditunjuk Kementerian Haji Indonesia. Tumbler tersebut dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada air kemasan sekali pakai yang berpotensi menambah volume sampah plastik.
Namun, ia menilai penggunaan tumbler belum sepenuhnya menjadi kebiasaan jamaah. Karena itu, edukasi soal budaya menjaga lingkungan perlu terus diperkuat sejak sebelum keberangkatan hingga selama berada di Arab Saudi.
“Budaya menjaga lingkungan harus terus kita gelorakan,” katanya.
Ia juga mendorong Kementerian Haji agar mempertegas kepada syarikat maupun pemerintah Arab Saudi untuk menyediakan air minum isi ulang atau dispenser, terutama di area Armuzna. Dengan demikian, tumbler yang telah dibagikan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menekan sampah plastik.
Menurutnya, jika kebiasaan ini diterapkan secara konsisten, Indonesia dapat menunjukkan kepada dunia bahwa ajaran agama juga mengandung nilai kepedulian terhadap lingkungan.
Pembagian tumbler sebaiknya dilakukan sejak jamaah tiba di hotel, bukan hanya saat Armuzna, agar sejak awal mereka terbiasa menggunakannya dalam aktivitas harian. “Dengan begitu, penggunaan plastik sekali pakai bisa ditekan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Anggota amirul hajj KH Asep Saifuddin Chalim mengungkapkan petugas haji yang direkrut dari Kemenhaj sangat bagus melayani jamaah. Namun seringkali belum selaras dengan petugas dari daerah.
“Petugas PPIH Arab Saudi sudah melalui pendidikan dan pelatihan di Jakarta, kinerjanya bisa kita rasakan. Namun petugas lain seringkali belum bisa mengimbangi, ini temuan saya di lapangan,” tutur pengasuh Ponpes Amanatul Umah, Pacet, Mojokerto tersebut.
Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan
- Pembagian tumbler kepada jemaah haji
- Tujuannya adalah mengurangi penggunaan air kemasan sekali pakai
Tumbler digunakan untuk mengisi ulang air minum
Edukasi tentang budaya menjaga lingkungan
- Dilakukan sejak sebelum keberangkatan hingga selama berada di Arab Saudi
Penting untuk meningkatkan kesadaran jemaah terhadap lingkungan
Penyediaan air minum isi ulang
- Diwajibkan oleh Kementerian Haji kepada syarikat dan pemerintah Arab Saudi
Terutama di area Armuzna, sehingga tumbler dapat dimanfaatkan secara optimal
Penggunaan tumbler sejak tiba di hotel
- Bukan hanya saat Armuzna
- Agar jemaah terbiasa menggunakan tumbler dalam aktivitas harian
Peran Petugas Haji dalam Menjaga Kualitas Layanan
- Petugas PPIH Arab Saudi yang telah dilatih di Jakarta memiliki kinerja yang baik
- Namun, ada perbedaan kualitas layanan antara petugas pusat dan daerah
- Diperlukan peningkatan koordinasi dan pelatihan yang lebih merata
Kesimpulan
Kesadaran lingkungan dalam pelaksanaan ibadah haji tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga jemaah sendiri. Dengan adanya inisiatif seperti pembagian tumbler dan edukasi lingkungan, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat terus berkembang. Selain itu, peran petugas haji juga sangat penting dalam memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi secara merata.





