Arus Mudik 2026 Sepi: Tiket Kampung Rambutan Naik 50 Persen

Suasana Awal Arus Mudik Lebaran di Terminal Kampung Rambutan: Ketenangan Sebelum Puncak

Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, tepatnya pada Rabu, 4 Maret 2026, Terminal Kampung Rambutan yang berlokasi di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, masih menunjukkan aura ketenangan. Belum terlihat adanya lonjakan penumpang yang signifikan sebagaimana lazimnya terjadi menjelang puncak arus mudik Idul Fitri.

Observasi di area loket tiket di lantai dua terminal mengonfirmasi gambaran ini. Antrean untuk pembelian tiket Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tidak tampak menumpuk. Dari total 30 loket yang tersedia, hanya sekitar empat titik yang terlihat aktif melayani calon penumpang.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menjelaskan bahwa fenomena ini didorong oleh tren pembelian tiket yang kian bergeser ke ranah digital. Mayoritas calon penumpang kini lebih memilih untuk melakukan pemesanan tiket secara daring melalui situs web resmi masing-masing Perusahaan Otobus (PO).

“Sampai saat ini, tiket yang paling banyak diminati adalah untuk tujuan Yogyakarta, Malang, dan Surabaya di Jawa Timur,” ungkap Revi. Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada, puncak pembelian tiket diprediksi akan terjadi pada tanggal 17 dan 18 Maret 2026.

Revi mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik dari Terminal Kampung Rambutan untuk segera melakukan pembelian tiket. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kehabisan tiket tujuan kampung halaman dan menghindari lonjakan harga yang mungkin terjadi mendekati hari raya.

“Nanti dari perusahaan otobus akan menyiapkan bus bantuan di Terminal Kampung Rambutan. Hingga saat ini, harga tiket masih dalam tarif normal. Belum ada kenaikan berarti, kecuali nanti pada H-7 hingga H+7 masa angkutan Lebaran 2026,” jelasnya. Ia memprediksi kenaikan harga tiket pada periode puncak bisa mencapai 20 hingga 50 persen dari harga normal.

Prediksi Kenaikan Tarif Tiket Bus AKAP

Sutrisno Rico, Penanggung Jawab PO Sinar Jaya di Terminal Kampung Rambutan, turut memberikan gambaran mengenai potensi kenaikan tarif. Untuk rute tujuan Jawa Tengah seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Semarang, tarif normal yang sebelumnya berkisar Rp 120.000 per orang diprediksi akan naik menjadi Rp 150.000.

Namun, pada puncak arus mudik, yaitu tanggal 17, 18, dan 19 Maret 2026, tarif tersebut bisa melonjak drastis hingga mencapai Rp 270.000 per orang, atau naik hampir dua kali lipat dari tarif normal.

Tren kenaikan harga serupa juga diprediksi akan terjadi pada bus-bus yang melayani rute ke Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Sutrisno memperkirakan, mendekati Hari Idul Fitri, harga tiket untuk ketiga kota tersebut bisa mencapai Rp 400.000 per orang, padahal harga normalnya hanya sekitar Rp 220.000.

Bahkan, untuk kelas sleeper atau bus dengan fasilitas tidur, tarifnya bisa lebih fantastis lagi. “Untuk kelas sleeper, harganya sudah sangat tinggi, mencapai Rp 700.000. Ini berlaku untuk tujuan ke Surabaya, Yogyakarta, dan Malang, semuanya tersedia,” pungkasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun arus mudik belum memuncak, persiapan dan antisipasi terhadap lonjakan penumpang serta penyesuaian tarif tiket bus AKAP sudah mulai terasa. Para penumpang diimbau untuk bijak dalam merencanakan perjalanan dan melakukan pembelian tiket jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau dan menghindari antrean panjang di kemudian hari.

Pos terkait