AS Serang 2.000 Target Iran, Rudal Balasan Meluas ke Teluk

Amerika Serikat (AS) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap hampir 2.000 target di Iran seiring meluasnya konflik dengan Israel di kawasan Teluk. Tindakan ini memicu respons dari Iran berupa rentetan rudal dan drone yang diarahkan ke berbagai lokasi di Timur Tengah, termasuk pangkalan militer dan fasilitas diplomatik AS.

Militer Israel dilaporkan melancarkan gelombang serangan besar terbaru ke berbagai wilayah Iran pada Rabu dini hari. Beberapa jam sebelumnya, Iran telah menembakkan tiga rentetan rudal ke arah Israel, yang mengakibatkan seorang perempuan di Tel Aviv mengalami luka ringan.

Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, menyatakan bahwa hampir 2.000 target, termasuk 17 kapal Iran, telah dihancurkan sejak Sabtu lalu. “Target kami adalah rudal balistik dan semua hal yang dapat ditembakkan ke arah kami,” ujar Cooper dalam sebuah pernyataan video. Ia menggambarkan pengerahan militer kali ini sebagai yang terbesar dalam satu generasi, dengan kekuatan yang membawa daya tembak masif, bahkan lebih besar dari operasi “shock and awe” terhadap Irak pada tahun 2003.

Dampak Serangan dan Reaksi Iran

Serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel dilaporkan mengakibatkan korban jiwa sebanyak 787 orang di Iran, berdasarkan data dari Palang Merah Iran. Namun, angka ini belum dapat diverifikasi secara independen. Di sisi lain, Iran telah bersumpah akan membalas serangan tersebut dengan harga yang mahal.

Drone dilaporkan menghantam area di dekat Konsulat AS di Dubai, memicu kebakaran namun tanpa menimbulkan korban jiwa. Serangan juga dilaporkan menyasar Pangkalan Al-Udeid di Qatar, serta fasilitas AS yang berlokasi di Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain.

Jenderal Ebrahim Jabbari dari Garda Revolusi Iran memberikan peringatan bahwa serangan lanjutan akan dilancarkan jika pusat-pusat utama Iran menjadi sasaran. “Jika musuh memutuskan untuk menyerang pusat utama kami, kami akan menghantam seluruh pusat ekonomi di kawasan,” tegasnya.

Komentar Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran sebenarnya memiliki keinginan untuk kembali bernegosiasi, namun menurutnya, waktu tersebut sudah terlewat. “Mereka ingin berbicara, tetapi ini sudah terlambat,” kata Trump saat berada di Gedung Putih.

Trump juga mengklaim bahwa hampir seluruh kekuatan militer Iran telah berhasil dilumpuhkan. “Hampir semuanya sudah dihancurkan. Kebanyakan orang yang kami incar sudah tewas,” lanjutnya.

Di tengah lonjakan harga energi global, Trump menyebutkan bahwa Angkatan Laut AS siap untuk mengawal kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital untuk ekspor minyak dunia yang sebelumnya diancam akan ditutup oleh Iran.

Konflik Meluas ke Lebanon

Konflik juga dilaporkan meluas ke Lebanon. Kelompok Hizbullah melancarkan serangan drone dan roket ke arah Israel sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran. Israel membalas dengan melancarkan serangan ke pinggiran selatan Beirut dan menyatakan sedang memindahkan pasukan untuk menciptakan zona penyangga di perbatasan.

Cooper juga mengonfirmasi bahwa tidak ada kapal Iran yang terlihat berlayar di perairan Teluk. “Saat ini tidak ada satu pun kapal Iran yang berlayar di Teluk Arab, Selat Hormuz, atau Teluk Oman,” ujarnya.

Amerika Serikat kini mengimbau warganya untuk meninggalkan kawasan tersebut jika memungkinkan. Kementerian Luar Negeri AS melaporkan bahwa sekitar 9.000 warga Amerika telah berhasil kembali ke negara mereka.

Pos terkait