Antusiasme Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran 2026 di Banyumas Capai Rp1,6 Triliun
PURWOKERTO – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, antusiasme masyarakat di wilayah eks Karesidenan Banyumas terhadap penukaran uang baru untuk keperluan Lebaran 2026 terpantau sangat tinggi. Hingga pertengahan bulan Ramadan, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto mencatat realisasi penukaran uang telah mencapai angka fantastis Rp1,6 triliun.
Mayoritas penukaran didominasi oleh pecahan kecil, mulai dari Rp2 ribu hingga Rp50 ribu. Pecahan-pecahan inilah yang paling banyak diburu masyarakat untuk tradisi saling berbagi uang tunai kepada keluarga, kerabat, maupun tetangga saat momen Idulfitri tiba.
Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny, mengungkapkan bahwa dalam rangka menyambut Ramadan dan Idulfitri tahun ini, pihaknya telah menyiapkan total dana sebesar Rp3,5 triliun untuk layanan penukaran uang. Program ini dikenal dengan nama Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026.
“Untuk layanan penukaran uang pada momentum Ramadan tahun ini, yang kami sebut Serambi, jumlahnya lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Nominal yang kami siapkan mencapai Rp3,5 triliun dan mencakup empat kabupaten di wilayah kerja kami, yaitu Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga. Kami bahkan menjangkau daerah yang tergolong 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) seperti Kampung Laut di Cilacap,” ujar Christoveny pada Selasa (3/3/2026) petang.
Tingginya animo masyarakat terlihat jelas dari cepatnya kuota penukaran yang dibuka secara daring melalui aplikasi PINTAR. Sistem daring ini sengaja diterapkan untuk memastikan distribusi penukaran uang lebih merata, tertib, serta meminimalkan antrean panjang yang kerap terjadi.
Strategi Perluasan Jangkauan Layanan Penukaran Uang
Untuk memperluas jangkauan layanan penukaran uang dan memudahkan akses bagi masyarakat, BI Purwokerto tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga perbankan, dengan membuka lebih dari 50 titik loket penukaran di berbagai lokasi strategis.
Selain loket yang disediakan oleh perbankan, BI Purwokerto juga mengoptimalkan 40 titik strategis lainnya di seluruh wilayah eks Karesidenan Banyumas. Lokasi-lokasi ini dipilih secara cermat agar mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
“Selain loket perbankan, kami juga membuka layanan di tempat-tempat strategis lainnya seperti masjid-masjid besar, pusat pelayanan publik, hingga gedung olahraga (GOR). Sebagai contoh, pada tanggal 5 Ramadan nanti, kami akan membuka layanan di GOR Satria Purwokerto dengan kuota lebih dari seribu paket penukaran,” jelas Christoveny lebih lanjut.
Menjangkau Hingga Wilayah Pesisir dan Tepi Sungai
Komitmen BI Purwokerto untuk melayani seluruh lapisan masyarakat juga terlihat dari upaya mereka menjangkau daerah-daerah yang secara geografis lebih sulit diakses. Layanan penukaran uang juga diselenggarakan di wilayah pesisir dan tepi sungai melalui skema “jemput bola”. Salah satu daerah yang menjadi fokus adalah Kampung Laut di Kabupaten Cilacap, sebuah wilayah yang secara geografis unik dan seringkali membutuhkan perhatian khusus.
Menurut Christoveny, peningkatan antusiasme masyarakat dalam menukar uang baru setiap tahunnya merupakan indikator positif. Fenomena ini dinilai sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi yang terus membaik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum.
“Antusiasme masyarakat sungguh luar biasa. Ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, sehingga permintaan masyarakat untuk menukar uang pecahan kecil untuk keperluan Lebaran juga terus meningkat,” katanya.
Melalui berbagai upaya dan strategi yang telah dirancang, Bank Indonesia Purwokerto berharap layanan penukaran uang selama bulan Ramadan ini dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, diharapkan pula ketersediaan uang layak edar yang memadai dapat terjamin menjelang perayaan Idulfitri 2026, sehingga momen sakral tersebut dapat berjalan lancar dan penuh kebahagiaan bagi seluruh umat Muslim.





